- Menteri Energi Pakistan mengumumkan kenaikan harga bahan bakar per 3 April 2026 akibat lonjakan harga energi global.
- Harga bensin menjadi Rs458,40 per liter dan solar naik 54,9 persen menjadi Rs520,35 per liter di Pakistan.
- Kebijakan ini dipicu konflik Iran dan AS-Israel yang mengakibatkan beban biaya hidup serta transportasi masyarakat meningkat.
Suara.com - Pemerintah Pakistan mengumumkan kenaikan drastis harga bahan bakar menyusul melonjaknya harga energi global akibat perang di Iran, kata Menteri Energi Pakistan, Ali Pervaiz Malik, dalam konferensi pers Kamis (2/4/2026).
“Keputusan hari ini adalah bahwa sesuai dengan harga pasar internasional, setelah kenaikan ini, harga baru bensin akan menjadi Rs458,40 per liter (setara US$1,64) dan mulai berlaku besok,” ujar Malik, dilansir dari New Straits Times.
Sementara itu, harga solar yang dianggap penting untuk para pekerja dan transportasi umum ditetapkan sebesar Rp31.655 per liter, naik sekitar 54,9 persen dari harga sebelumnya.
Kenaikan ini merupakan respons pemerintah Pakistan terhadap tekanan harga minyak dunia yang melonjak sejak konflik militer antara Iran dan AS-Israel, yang mengganggu pasokan energi di pasar internasional.
Langkah ini diprediksi akan menambah beban biaya hidup masyarakat dan operasional sektor transportasi di Pakistan, di tengah inflasi yang sudah tinggi akibat fluktuasi harga komoditas global.
Sementara itu di Indonesia, pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun non-subsidi tidak mengalami kenaikan.
Melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa, Prasetyo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah juga memastikan pastikan BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia sehingga masyarakat diminta tidak panik ataupun resah terhadap isu kenaikan harga.
Baca Juga: Anak Usaha Garuda Indonesia GMFI Cetak Laba Rp 570 M, Ekuitas Berbalik Positif
Berita Terkait
-
Anak Usaha Garuda Indonesia GMFI Cetak Laba Rp 570 M, Ekuitas Berbalik Positif
-
Adem Ayem, Legenda Futsal Indonesia Puji Sosok Hector Souto
-
Pengakuan Jujur Dony Tri Pamungkas Usai Bikin Pemain Bulgaria Bertubrukan di GBK
-
Diperiksa 5 Jam, Dude Harlino dan Istri Pastikan Tak Terlibat Skema Penggelapan Dana Syariah
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau