- Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memecat Jenderal Randy George saat perang melawan Iran sedang berlangsung di kawasan Teluk.
- Gedung Putih mempertimbangkan pemberhentian Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll di tengah perombakan militer terbesar dalam beberapa dekade terakhir.
- Langkah drastis ini dikhawatirkan menciptakan ketidakstabilan militer saat AS menghadapi tantangan logistik besar dalam operasi militer melawan Iran.
Kecepatan pemecatan yang dilakukan Hegseth di bidang militer dianggap melampaui standar pimpinan Pentagon lainnya di era modern, termasuk jika dibandingkan dengan dua dekade perang di Irak dan Afghanistan.
Sejak menjabat, Hegseth telah memecat Kepala Staf Gabungan, laksamana tertinggi Angkatan Laut AS, hingga jenderal nomor dua di Angkatan Udara, bersama dengan puluhan perwira tinggi dan pengacara militer di seluruh angkatan.
Hingga saat ini, Hegseth belum memberikan alasan rinci secara publik atas rentetan kepergian para pejabat tersebut. Juru bicara Hegseth, Sean Parnell, dalam sebuah pernyataan resmi membenarkan laporan CBS News mengenai kepergian George sebagai aturan yang “segera berlaku.”
Adanya pembersihan besar-besaran terhadap pejabat senior ini membuat banyak pihak di Pentagon menyimpulkan bahwa mereka yang berani angkat bicara atau mempertanyakan kebijakan pemerintah berisiko kehilangan pekerjaan.
“Tiga tahun yang lalu hal ini akan menjadi masalah besar,” kata seorang mantan pejabat saat membahas kepergian George.
Ia menambahkan, “Tetapi Hegseth telah memecat ketua mepala staff gabungan dan kepala operasi angkatan laut; Adalah masalah besar jika dia bertahan menjabat selama ini.”
Hegseth sendiri berulang kali menegaskan bahwa militer AS melaksanakan rencana serangan ke Iran lebih cepat dari jadwal dengan menyerang ribuan sasaran.
Namun, upaya perang tersebut dilaporkan terhambat oleh kurangnya kejelasan mengenai tujuan strategis, ketahanan rezim Iran, serta guncangan ekonomi global yang dipicu oleh penutupan Selat Hormuz oleh pihak Iran.
Presiden Trump menyatakan bahwa perang kemungkinan akan berlanjut selama dua atau tiga minggu ke depan. Namun, jangka waktu tersebut dianggap terlalu optimis oleh banyak analis militer.
Baca Juga: Radar THAAD Senilai Rp2 Triliun Hancur Total Diserang Iran Bikin Hubungan AS dan NATO Kini Memanas
Selain itu, agenda pergantian rezim di Iran yang awalnya disebut Trump harus mengikuti kebijakan AS, hingga saat ini masih belum terwujud di lapangan.
Berita Terkait
-
Radar THAAD Senilai Rp2 Triliun Hancur Total Diserang Iran Bikin Hubungan AS dan NATO Kini Memanas
-
Iran Tembak Jatuh Jet F-35 Milik Amerika Serikat di Wilayah Teheran Hari Ini
-
Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik
-
Militer AS Guncang, Kepala Staf Angkatan Darat Dipecat Mendadak di Tengah Perang Iran
-
Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau