-
Radar AN/TPY-2 milik Amerika Serikat hancur akibat serangan rudal Iran di Arab Saudi.
-
Donald Trump mengancam akan menarik Amerika Serikat keluar dari keanggotaan aliansi NATO.
-
Kerugian akibat rusaknya radar sistem THAAD tersebut ditaksir mencapai angka Rp2,31 triliun.
Suara.com - Stasiun televisi CNN baru saja merilis laporan mengejutkan terkait kondisi terkini perang di Timur Tengah.
Citra satelit menunjukkan kerusakan parah pada infrastruktur militer milik Amerika Serikat di Arab Saudi.
Pangkalan Udara Pangeran Sultan menjadi titik krusial yang terkena dampak langsung dari serangan Iran.
Fokus utama kehancuran menyasar pada perangkat radar canggih jenis AN/TPY-2 yang sangat vital.
Alat pendeteksi tersebut merupakan komponen inti dari sistem pertahanan udara THAAD yang sangat diandalkan.
Kondisi radar yang biasanya terlindungi itu kini tampak memprihatinkan di area terbuka pangkalan.
Bagian antena pemantul sinyal terlihat hangus terbakar akibat ledakan hebat yang terjadi di sana.
Beberapa komponen besar dari perangkat tersebut dilaporkan hilang dan tidak lagi berada di tempatnya.
Padahal teknologi pertahanan ini memiliki nilai investasi yang sangat fantastis bagi militer Washington.
Baca Juga: JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?
Berdasarkan data anggaran tahun 2025 harga satu unit radar tersebut mencapai 136 juta dolar AS.
Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah nilai kerugian satu alat tersebut mencapai Rp2,31 triliun.
Insiden ini merupakan buntut panjang dari serangan yang dimulai oleh pihak Amerika dan Israel.
Pada akhir Februari lalu Teheran menjadi sasaran bombardir yang memicu jatuhnya korban dari warga sipil.
Pemerintah Iran tidak tinggal diam dan langsung melancarkan aksi balasan yang sangat masif.
Fasilitas militer Amerika di Bahrain hingga Uni Emirat Arab menjadi target utama rudal mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gercep Bangun Mobil Transparan Request Prabowo, Pindad: Tunggu Tanggal Mainya
-
Terseret Kasus Korupsi, Noel Ebenezer Ngaku Menyesal Pernah Jadi Wamenaker
-
Mau Berangkat Haji, Menkeu Purbaya Ngaku Masih Sering Lupa Doa Meski Sudah Belajar
-
DPR Dukung Pemerintah Desak PBB dan AS Segera Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel
-
Tanya Dolar ke Menkeu, Prabowo-Purbaya Ngobrol soal Fondasi Ekonomi
-
Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
-
Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu
-
Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Dibekuk Bareskrim, Diduga Jadi Beking Bandar Sabu!
-
Sempat Ajukan Penundaan Pemeriksaan dalam Kasus Haji, Muhadjir Effendy Tiba-tiba Muncul di KPK