- Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memecat Jenderal Randy George saat perang melawan Iran sedang berlangsung di kawasan Teluk.
- Gedung Putih mempertimbangkan pemberhentian Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll di tengah perombakan militer terbesar dalam beberapa dekade terakhir.
- Langkah drastis ini dikhawatirkan menciptakan ketidakstabilan militer saat AS menghadapi tantangan logistik besar dalam operasi militer melawan Iran.
Suara.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, secara mengejutkan memecat perwira tinggi Angkatan Darat, Jenderal Randy George. Langkah drastis ini diambil saat Gedung Putih juga tengah mendiskusikan kemungkinan pemecatan Menteri Angkatan Darat di tengah situasi serangan ke Iran yang sedang berlangsung.
Kedua manuver ini diprediksi akan menjadi perombakan militer terbesar pada masa perang dalam beberapa dekade terakhir.
Hegseth secara langsung meminta Jenderal Randy George, yang baru saja menjalani separuh masa jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, untuk segera mundur dan pensiun.
Informasi ini disampaikan oleh seorang pejabat Pentagon kepada The Atlantic. Di saat yang sama, para pejabat di Gedung Putih juga sedang mendiskusikan masa depan Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll, yang dikenal sebagai teman dekat Wakil Presiden JD Vance.
Seorang pejabat Pentagon mengungkapkan bahwa Driscoll diperkirakan akan segera meninggalkan jabatannya dalam waktu dekat.
Meskipun Hegseth dan Presiden Donald Trump berulang kali memuji kinerja militer dalam perang melawan Iran, posisi George dipandang melemah sejak kedatangan Hegseth di Pentagon.
Mantan pembawa acara Fox News yang dikenal sebagai seorang Kristen garis keras itu memang telah memecat sejumlah pejabat senior yang terkait dengan pemerintahan sebelumnya atau mereka yang mendukung inisiatif keberagaman yang ia anggap sebagai “omong kosong.”
Persaingan internal juga mewarnai dinamika di pucuk pimpinan militer. Hegseth dan Driscoll, yang keduanya merupakan veteran Angkatan Darat dengan ambisi politik, dilaporkan telah terlibat dalam persaingan selama setahun terakhir.
Namun, waktu pemecatan George dan ketidakpastian masa depan Driscoll menimbulkan risiko besar, terutama karena terjadi pada hari ke-33 serangan melawan Iran. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menciptakan ketidakstabilan di angkatan bersenjata terbesar Amerika Serikat.
Baca Juga: Radar THAAD Senilai Rp2 Triliun Hancur Total Diserang Iran Bikin Hubungan AS dan NATO Kini Memanas
Saat ini, setidaknya 50.000 tentara beserta puluhan kapal dan kapal selam telah dikerahkan di kawasan Teluk. Pasukan darat, termasuk Angkatan Darat, diprediksi akan memainkan peran penting dalam operasi tersebut.
Sejauh ini, fokus serangan masih berada pada sektor udara dan laut, sementara Presiden Trump tengah mempertimbangkan serangan lebih lanjut di Iran, termasuk potensi penyitaan uranium yang diperkaya atau penguasaan Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor minyak Iran.
Ketegangan di lapangan semakin nyata dengan kedatangan anggota Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat di wilayah tersebut selama seminggu terakhir.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari, tercatat 13 anggota militer Amerika telah tewas dalam tugas. Baik Hegseth maupun George sebelumnya sempat melakukan perjalanan ke pangkalan Angkatan Udara Dover di Delaware saat jenazah para korban tewas kembali ke tanah air.
Selain masalah personel, Amerika Serikat juga menghadapi tantangan logistik dan finansial yang besar. Miliaran dolar telah dihabiskan untuk membeli amunisi yang dioperasikan oleh Angkatan Darat guna menangkal serangan pesawat tak berawak dan rudal balistik Iran.
Hal ini membuat George—dan kini penggantinya—memiliki tugas berat untuk menemukan cara mengisi kembali persenjataan mahal tersebut di tengah kecamuk perang.
Berita Terkait
-
Radar THAAD Senilai Rp2 Triliun Hancur Total Diserang Iran Bikin Hubungan AS dan NATO Kini Memanas
-
Iran Tembak Jatuh Jet F-35 Milik Amerika Serikat di Wilayah Teheran Hari Ini
-
Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik
-
Militer AS Guncang, Kepala Staf Angkatan Darat Dipecat Mendadak di Tengah Perang Iran
-
Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang