- Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melumpuhkan anggota TPNPB-OPM bernama Pulan Wonda di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (2/4/2026).
- Pelaku merupakan buronan DPO yang terlibat serangkaian aksi kekerasan bersenjata sejak tahun 2010 hingga 2014 di Papua.
- Tindakan tegas dilakukan petugas karena pelaku melawan saat akan ditangkap terkait kasus pembunuhan, pencurian, dan pembakaran Mapolsek Pirime.
Suara.com - Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil melumpuhkan anggota kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Pulan Wonda alias Kamenak.
Pulan Wonda merupakan buronan (DPO) yang paling dicari karena keterlibatannya dalam serangkaian aksi kekerasan bersenjata sejak tahun 2010.
Salah satu aksi paling menonjol adalah keterlibatannya dalam penembakan rombongan Kapolda Papua saat itu, Jenderal Polisi Tito Karnavian, di Distrik Pirime pada November 2012 silam.
Ia merupakan anggota aktif Kodap XII Lanny Jaya yang pernah ter;ibat keterlibatannya dalam penembakan rombongan Kapolda Papua saat itu, Jenderal Polisi Tito Karnavian, di Distrik Pirime pada November 2012 silam.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo menyebut anggota aktif Kodap XII Lanny Jaya itu diringkus dalam sebuah operasi penegakan hukum di Kampung Peruleme, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, pada Kamis (2/4/2026) siang.
Petugas saat itu mendeteksi keberadaan Pulan Wonda di sebuah bengkel motor di wilayah Kota Mulia. Saat hendak disergap, pelaku mencoba melarikan diri menggunakan sepeda motor.
"Tim kemudian melakukan penyekatan. Saat pelaku melintas menggunakan sepeda motor, yang bersangkutan menabrak kendaraan petugas dan berupaya melarikan diri. Aparat telah memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali, namun tidak diindahkan, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur yang melumpuhkan pelaku pada bagian kaki kanan," ujar Yusuf kepada wartawan, Jumat (3/4/2026).
Rekam Jejak Kejahatan
Yusuf membeberkan daftar panjang aksi kejahatan Pulan Wonda.
Baca Juga: ASN WFH Setiap Jumat, Mendagri Minta Pemda Hitung Dampak Efisiensi Anggaran
Selain menyerang rombongan Jenderal Tito Karnavian, pelaku ternya juga terlibat dalam penyerangan Mapolsek Pirime pada 27 November 2012 yang menewaskan tiga anggota Polri, termasuk Kapolsek Ipda (Anm) Rolfi Takubessy. Dalam kejadian itu, kelompok pelaku juga merampas senjata api dan membakar kantor polisi.
Sejak 2010 hingga 2014, Pulan Wonda tercatat terlibat dalam sedikitnya sembilan aksi kekerasan bersenjata yang mengakibatkan sejumlah warga sipil, anggota TNI, dan Polri meninggal dunia maupun luka-luka di wilayah Puncak Jaya dan Lanny Jaya.
Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Jupiter MX, tiga unit telepon seluler, topi loreng, noken, hingga tiga lembar uang palsu.
Atas perbuatannya, Pulan Wonda kini terancam hukuman berat. Ia dijerat dengan tindak pidana pembunuhan, pencurian dengan kekerasan yang mengabibatkan matinya orang dan tindak pidana pembakaran.
"Ancaman hukuman pidana mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun," jelas Yusuf.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya