-
Iran menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln dan pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah.
-
Aksi militer ini merupakan balasan atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
-
Gempuran rudal IRGC juga menghancurkan fasilitas industri militer Israel serta pangkalan udara utama.
Suara.com - Ketegangan perang di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih setelah militer Iran melancarkan serangan balasan yang sangat agresif.
Pasukan elite Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC mengerahkan empat unit rudal jenis Ghadr untuk menggempur USS Abraham Lincoln.
Kapal induk milik Amerika Serikat tersebut menjadi sasaran utama dalam operasi udara yang dilaporkan oleh media Press TV.
Langkah ini diambil Teheran sebagai respon langsung terhadap agresi militer gabungan yang dimulai pada akhir Februari lalu.
Dunia internasional kini menyoroti pergerakan alat utama sistem persenjataan Iran yang menyasar posisi strategis Amerika di perairan internasional.
Selain menyasar kapal induk, unit balistik IRGC juga membidik lokasi pertemuan tertutup para ahli penerbangan Amerika Serikat.
Target serangan tersebut melibatkan para teknisi serta pilot pesawat tempur yang sedang berada di wilayah Uni Emirat Arab.
Intelijen Iran mengklaim bahwa lokasi di dekat pangkalan UEA tersebut merupakan titik krusial bagi operasional udara militer Paman Sam.
Serangan ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan militer di kawasan teluk yang semakin tidak menentu situasinya.
Baca Juga: Radar THAAD Senilai Rp2 Triliun Hancur Total Diserang Iran Bikin Hubungan AS dan NATO Kini Memanas
Aksi berani ini membuktikan bahwa kemampuan intelijen dan serangan jarak jauh Iran tidak bisa dipandang sebelah mata.
Situasi semakin memanas saat sistem pertahanan udara Iran berhasil melumpuhkan sebuah pesawat tempur canggih milik pihak musuh.
Bangkai jet tempur utama tersebut dilaporkan jatuh di wilayah perairan antara Pulau Qeshm dan Pulau Hengam.
Area Teluk Persia kini menjadi zona merah bagi lalu lintas udara militer asing yang tidak memiliki izin melintas.
Klaim penembakan jatuh ini menjadi simbol perlawanan fisik yang nyata dari pasukan pertahanan udara garda revolusi tersebut.
Keberhasilan menjatuhkan pesawat ini semakin mempertegas kesiapan Iran dalam menghadapi konflik terbuka yang berdurasi panjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan