News / Internasional
Senin, 06 April 2026 | 10:19 WIB
Apakah Kapal Tanker Indonesia Boleh Melewati Selat Hormuz? (Instagram)
Baca 10 detik
  • China dan Rusia kompak mendesak gencatan senjata segera guna meredam konflik Iran dan Amerika.

  • Penghentian perang di Timur Tengah sangat vital bagi keamanan jalur distribusi energi Selat Hormuz.

  • Beijing serta Moskow menekankan peran objektif Dewan Keamanan PBB dalam menyelesaikan ketegangan militer global.

Suara.com - Dinamika geopolitik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel saat ini telah memasuki fase yang sangat mengkhawatirkan.

Kondisi keamanan di kawasan tersebut dilaporkan semakin memanas sehingga memicu respons dari kekuatan besar dunia lainnya.

Pemerintah China dan Rusia kini mulai bergerak aktif untuk menyusun langkah kolektif dalam menghadapi situasi yang sangat kritis tersebut.

Kedua negara ini secara terbuka menyuarakan pentingnya pendekatan diplomatik demi menurunkan level ketegangan militer yang sedang terjadi.

Beijing dan Moskow melihat bahwa gencatan senjata merupakan solusi paling mendesak yang harus segera diimplementasikan oleh semua pihak.

Diplomasi Telepon Wang Yi dan Lavrov
Menteri Luar Negeri China Wang Yi baru saja melakukan komunikasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

Percakapan via telepon tersebut fokus membahas eskalasi perselisihan di Timur Tengah yang berpotensi merusak stabilitas internasional.

Kedua diplomat senior ini sepakat bahwa berlanjutnya pertempuran hanya akan mengancam keamanan energi dan jalur perdagangan dunia.

Mereka berkomitmen untuk menggunakan pengaruh globalnya guna menekan pihak-pihak yang bertikai agar kembali ke meja perundingan.

Baca Juga: Sirene Tak Henti! Israel Diguncang Serangan Rudal Iran, 4 Orang Hilang di Haifa

Langkah ini diambil mengingat posisi krusial kedua negara sebagai pemegang suara penting dalam tatanan politik global saat ini.

Peran Strategis di Dewan Keamanan PBB
Duta Besar China untuk PBB Fu Cong menjelaskan bahwa posisi negaranya tetap pada prinsip keadilan internasional yang kuat.

Wang Yi memberikan penekanan khusus pada tanggung jawab besar yang dipikul oleh China serta Rusia sebagai anggota tetap.

“Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, China dan Rusia harus menjunjung tinggi keadilan dalam menilai benar dan salah, serta mengadopsi pendekatan yang objektif dan berimbang,” ujar Fu dilansir dari Al Jazeera, Senin (6/4/2026).

Pernyataan ini menegaskan bahwa netralitas dan objektivitas menjadi kunci utama dalam menyelesaikan sengketa yang sangat kompleks tersebut.

Kehadiran China dan Rusia di Dewan Keamanan PBB diharapkan mampu menjadi penengah yang efektif di tengah polarisasi kekuatan.

Load More