-
China dan Rusia kompak mendesak gencatan senjata segera guna meredam konflik Iran dan Amerika.
-
Penghentian perang di Timur Tengah sangat vital bagi keamanan jalur distribusi energi Selat Hormuz.
-
Beijing serta Moskow menekankan peran objektif Dewan Keamanan PBB dalam menyelesaikan ketegangan militer global.
Suara.com - Dinamika geopolitik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel saat ini telah memasuki fase yang sangat mengkhawatirkan.
Kondisi keamanan di kawasan tersebut dilaporkan semakin memanas sehingga memicu respons dari kekuatan besar dunia lainnya.
Pemerintah China dan Rusia kini mulai bergerak aktif untuk menyusun langkah kolektif dalam menghadapi situasi yang sangat kritis tersebut.
Kedua negara ini secara terbuka menyuarakan pentingnya pendekatan diplomatik demi menurunkan level ketegangan militer yang sedang terjadi.
Beijing dan Moskow melihat bahwa gencatan senjata merupakan solusi paling mendesak yang harus segera diimplementasikan oleh semua pihak.
Diplomasi Telepon Wang Yi dan Lavrov
Menteri Luar Negeri China Wang Yi baru saja melakukan komunikasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Percakapan via telepon tersebut fokus membahas eskalasi perselisihan di Timur Tengah yang berpotensi merusak stabilitas internasional.
Kedua diplomat senior ini sepakat bahwa berlanjutnya pertempuran hanya akan mengancam keamanan energi dan jalur perdagangan dunia.
Mereka berkomitmen untuk menggunakan pengaruh globalnya guna menekan pihak-pihak yang bertikai agar kembali ke meja perundingan.
Baca Juga: Sirene Tak Henti! Israel Diguncang Serangan Rudal Iran, 4 Orang Hilang di Haifa
Langkah ini diambil mengingat posisi krusial kedua negara sebagai pemegang suara penting dalam tatanan politik global saat ini.
Peran Strategis di Dewan Keamanan PBB
Duta Besar China untuk PBB Fu Cong menjelaskan bahwa posisi negaranya tetap pada prinsip keadilan internasional yang kuat.
Wang Yi memberikan penekanan khusus pada tanggung jawab besar yang dipikul oleh China serta Rusia sebagai anggota tetap.
“Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, China dan Rusia harus menjunjung tinggi keadilan dalam menilai benar dan salah, serta mengadopsi pendekatan yang objektif dan berimbang,” ujar Fu dilansir dari Al Jazeera, Senin (6/4/2026).
Pernyataan ini menegaskan bahwa netralitas dan objektivitas menjadi kunci utama dalam menyelesaikan sengketa yang sangat kompleks tersebut.
Kehadiran China dan Rusia di Dewan Keamanan PBB diharapkan mampu menjadi penengah yang efektif di tengah polarisasi kekuatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!