News / Nasional
Senin, 06 April 2026 | 12:18 WIB
Ilustrasi gedung KPK. (Antara)
Baca 10 detik
  • KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap lima perwakilan biro perjalanan haji di Gedung Merah Putih pada Senin, 6 April 2026.
  • Penyidikan dilakukan untuk mengusut dugaan korupsi pembagian kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama periode tahun 2023 hingga 2024.
  • Kasus ini telah menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas serta tiga orang lainnya sebagai tersangka tindak pidana korupsi.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai melakukan pemeriksaan secara maraton kepada Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau biro travel.  Ada lima orang saksi yang diperiksa hari ini.

Pemeriksaan secara maraton ini dilakukan untuk mengusut kasus dugaan korupsi pada pembagian kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024.

"Betul (mulai pemeriksaan maraton hari ini)," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Senin (6/4/2026).

Adapun para saksi yang dipanggil pada hari ini ialah:

  1. Ulfah Izzati Komisaris PT Gema Shafa Marwa Tours
  2. Kurniawan Chandra Permata Manager Divisi Umrah dan Haji PT Abdi Ummat Wisata
  3. Ali Farihin Manajer Operasional PT Adzikra
  4. Ahmad Fauzan General Manager PT Aero Globe Indonesia
  5. Eko Martino Wafa Afizputro Direktur Utama PT Afiz Nurul Qolbi

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” ujar Budi.

Tersangka kasus dugaan korupsi Yaqut Cholil Qoumas (tengah) berjalan menuju ruang pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (25/3/2026). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom]

Meski begitu, Budi belum mengonfirmasi kehadiran lima orang saksi ini. Dia juga belum mengungkapkan materi pemeriksaan yang akan ditanyakan penyidik kepada saksi yang diperiksa hari ini.

Sebelumnya, KPK menetapkan dua tersangka baru dalam kasus ini. Kedua tersangka berasal dari sektor swasta, yakni Ismail Adham dan Asrul Aziz Taba.

Atas perbuatannya, Ismail dan Asrul disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Unadang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

KPK sebelumnya telah melakukan penahanan terhadap mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut yang diketahui menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada pembagian kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024.

Baca Juga: KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

“Pada hari ini, KPK melakukan penahanan terhadap Tersangka Saudara YCQ, untuk 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 12 sampai dengan 31 Maret 2026,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).

“Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK,” tambah dia.

Kemudian, KPK juga menahan tersangka lainnya, yaitu mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex pada Selasa (17/3/2026).

Keduanya diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Load More