News / Nasional
Senin, 06 April 2026 | 14:47 WIB
Ilustrasi campak. (Suara.com/Aldie)
Baca 10 detik
  • Indonesia mencatat 58 Kejadian Luar Biasa campak di 39 kabupaten/kota dengan 8.224 kasus suspek hingga awal 2026.
  • Penyebab utama lonjakan kasus adalah kesenjangan cakupan imunisasi, mobilitas penduduk, serta keterlambatan deteksi penularan penyakit menular tersebut.
  • Pemerintah merespons dengan memperkuat investigasi epidemiologi, mempercepat vaksinasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah terdampak.

Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan nasional untuk meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dan pemerintah daerah dalam menghadapi penyebaran campak.

Dengan langkah tersebut, pemerintah menargetkan penurunan kasus sekaligus mencegah perluasan KLB di wilayah lain.

Load More