- Pemerintah Iran menetapkan syarat pembukaan Selat Hormuz agar pendapatan transit digunakan untuk mengompensasi seluruh kerusakan akibat perang.
- Ketegangan di Selat Hormuz dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada tanggal 28 Februari lalu.
- Pembatasan aktivitas pelayaran oleh Iran berdampak signifikan pada terganggunya jalur distribusi energi vital bagi seluruh dunia.
Suara.com - Pemerintah Iran menetapkan prasyarat khusus bagi aktivitas pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Melalui pernyataan resmi pada Minggu (5/4), Kantor Presiden Iran menegaskan bahwa jalur perairan vital tersebut hanya akan dibuka kembali jika pendapatan transit digunakan untuk membiayai kompensasi kerusakan akibat perang.
Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Bidang Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, Mehdi Tabatabai, sebagai respons atas eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan tersebut.
“Selat Hormuz akan dibuka kembali hanya jika sebagian pendapatan transit digunakan untuk mengompensasi seluruh kerusakan akibat perang yang dipaksakan,” tegas Mehdi Tabatabai melalui platform media sosial X.
Selain menetapkan syarat pembukaan selat, Tabatabai juga melontarkan kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menilai sikap pemimpin AS tersebut sebagai bentuk rasa frustrasi di tengah ketegangan yang kian memuncak.
Menurut Tabatabai, Trump kerap melontarkan hinaan dan pernyataan tidak masuk akal karena putus asa dan marah.
Ia juga menuding Trump sebagai pihak yang memicu konfrontasi bersenjata di Timur Tengah namun tetap merasa bangga atas tindakan tersebut.
Situasi di kawasan Teluk saat ini berada dalam level siaga tertinggi. Ketegangan bermula sejak serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu yang menelan korban jiwa hingga lebih dari 1.340 orang, termasuk tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Teheran merespons serangan tersebut dengan meluncurkan gelombang drone dan rudal yang menyasar Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi basis militer AS. Iran mengeklaim tindakan tersebut merupakan upaya pertahanan diri yang sah.
Baca Juga: Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan
Sebagai bagian dari strategi pertahanannya, Iran mulai membatasi pergerakan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini berdampak signifikan pada jalur logistik energi global, mengingat selat tersebut merupakan urat nadi utama bagi distribusi minyak dunia.
(Antara)
Berita Terkait
-
Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan
-
6 Anak-anak Meninggal Dunia Akibat Serangan AS-Israel di Teheran Iran
-
Media Iran Bongkar Kejanggalan Operasi Penyelamatan Pilot AS: Narasinya Hollywood Banget
-
Respons Ketegangan di Selat Hormuz, Jepang Aktifkan Saluran Darurat ke Iran
-
Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga
-
Ulasan Novel Purple Prose, Menyembuhkan Luka Dalam Bayangan Kehilangan
-
Ini Cara Mengukur Kematangan Broker dan Platform Trading
-
5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
-
Menyusuri Jejak Prajurit Diponegoro di Masjid Baiturrahman Kediri
-
47 Warga Tangerang Kini Punya Rumah Lebih Layak Berkat Program Bebenah Kampung
-
Warga Sleman Sindir Pidato Prabowo Lewat Lomba Kupas Bawang, Pedihnya Bikin Menyerah
-
5 Cara Reapply Cushion di Tengah Hari di Atas Wajah Berminyak Tanpa Luntur
-
Resep Rahasia di Ujung Musim Dingin
-
Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus