News / Internasional
Selasa, 07 April 2026 | 11:38 WIB
Donald Trump (White House)
Baca 10 detik
  • Donald Trump mengancam menghancurkan jembatan dan listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka.

  • Pejabat Iran Saeed Jalili menilai ocehan Trump justru mengungkap wajah asli dari Amerika.

  • Ultimatum perang Amerika Serikat terhadap Iran dijadwalkan berakhir pada Selasa malam waktu setempat.

Bahkan, Trump tidak segan-segan menggunakan istilah neraka untuk menggambarkan kondisi Iran jika tuntutannya diabaikan.

Secara spesifik, militer Amerika diklaim mampu meruntuhkan seluruh fasilitas energi Iran dalam waktu yang sangat singkat.

Hanya dalam kurun waktu empat jam, seluruh infrastruktur utama Iran terancam rata dengan tanah jika menyerah.

Namun, pihak militer Iran merespons gertakan tersebut dengan kepala dingin dan tidak merasa terintimidasi sedikit pun.

Mereka menyatakan bahwa kesiapan pasukan tempur tidak akan goyah hanya karena ancaman perang dari luar negeri.

Para pejuang Iran tetap fokus pada operasi militer mereka tanpa mempedulikan suara sumbang dari pihak Gedung Putih.

"Retorika kasar, arogan, dan ancaman tak berdasar dari presiden AS yang delusional," ujar juru bicara markas komando pusat Iran Khatam Al Anbiya.

Pernyataan ini menegaskan posisi Iran yang tetap akan melanjutkan agenda pertahanan mereka tanpa rasa takut.

Batas waktu atau deadline yang ditetapkan oleh Trump diketahui akan berakhir pada hari Selasa tanggal 7 April.

Baca Juga: Penampakan Puing Pesawat C-130 AS yang Ditembak Jatuh Polisi Iran, Pilotnya Perempuan

Secara teknis, ultimatum tersebut jatuh tepat pada pukul delapan malam waktu setempat menurut laporan yang beredar.

Trump sebelumnya telah merinci target-target yang akan menjadi sasaran utama jika perang benar-benar pecah nantinya.

Sektor transportasi dan kelistrikan menjadi target utama yang masuk dalam daftar penghancuran militer Amerika Serikat tersebut.

Ia mengklaim memiliki rencana strategis untuk melumpuhkan seluruh fungsi vital di negara para mullah itu secara permanen.

Pernyataan tersebut menunjukkan ambisi besar militer AS untuk menghentikan total aktivitas kehidupan di wilayah Iran.

Trump menegaskan bahwa kehancuran tersebut bisa terjadi dalam sekejap jika perintah penyerangan akhirnya dikeluarkan secara resmi.

Load More