-
Donald Trump mengancam menghancurkan jembatan dan listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka.
-
Pejabat Iran Saeed Jalili menilai ocehan Trump justru mengungkap wajah asli dari Amerika.
-
Ultimatum perang Amerika Serikat terhadap Iran dijadwalkan berakhir pada Selasa malam waktu setempat.
Bahkan, Trump tidak segan-segan menggunakan istilah neraka untuk menggambarkan kondisi Iran jika tuntutannya diabaikan.
Secara spesifik, militer Amerika diklaim mampu meruntuhkan seluruh fasilitas energi Iran dalam waktu yang sangat singkat.
Hanya dalam kurun waktu empat jam, seluruh infrastruktur utama Iran terancam rata dengan tanah jika menyerah.
Namun, pihak militer Iran merespons gertakan tersebut dengan kepala dingin dan tidak merasa terintimidasi sedikit pun.
Mereka menyatakan bahwa kesiapan pasukan tempur tidak akan goyah hanya karena ancaman perang dari luar negeri.
Para pejuang Iran tetap fokus pada operasi militer mereka tanpa mempedulikan suara sumbang dari pihak Gedung Putih.
"Retorika kasar, arogan, dan ancaman tak berdasar dari presiden AS yang delusional," ujar juru bicara markas komando pusat Iran Khatam Al Anbiya.
Pernyataan ini menegaskan posisi Iran yang tetap akan melanjutkan agenda pertahanan mereka tanpa rasa takut.
Batas waktu atau deadline yang ditetapkan oleh Trump diketahui akan berakhir pada hari Selasa tanggal 7 April.
Baca Juga: Penampakan Puing Pesawat C-130 AS yang Ditembak Jatuh Polisi Iran, Pilotnya Perempuan
Secara teknis, ultimatum tersebut jatuh tepat pada pukul delapan malam waktu setempat menurut laporan yang beredar.
Trump sebelumnya telah merinci target-target yang akan menjadi sasaran utama jika perang benar-benar pecah nantinya.
Sektor transportasi dan kelistrikan menjadi target utama yang masuk dalam daftar penghancuran militer Amerika Serikat tersebut.
Ia mengklaim memiliki rencana strategis untuk melumpuhkan seluruh fungsi vital di negara para mullah itu secara permanen.
Pernyataan tersebut menunjukkan ambisi besar militer AS untuk menghentikan total aktivitas kehidupan di wilayah Iran.
Trump menegaskan bahwa kehancuran tersebut bisa terjadi dalam sekejap jika perintah penyerangan akhirnya dikeluarkan secara resmi.
Kekuatan militer yang besar diklaim menjadi modal utama Washington dalam menekan kebijakan luar negeri pihak Teheran.
"Dan itu akan terjadi dalam jangka waktu empat jam jika kita menginginkannya. Kita tidak ingin itu terjadi," imbuh dia.
Meskipun memberikan ancaman maut, Trump tetap memberikan celah bahwa skenario perang tersebut sebenarnya ingin ia hindari.
Kini dunia sedang menantikan apakah ancaman tersebut hanya gertakan belaka atau awal dari sebuah konflik besar.
Situasi di Timur Tengah pun kian memanas seiring dengan semakin dekatnya waktu berakhirnya ultimatum dari Amerika.
Negosiasi di Selat Hormuz menjadi kunci utama apakah eskalasi ini akan mereda atau justru meledak menjadi perang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian
-
Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi
-
Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!