-
Trump mengancam hancurkan total jembatan dan pembangkit listrik Iran dalam durasi empat jam saja.
-
Konflik dipicu oleh tuntutan AS agar Iran segera membuka akses navigasi di Selat Hormuz.
-
Garda Revolusi Iran bersumpah melakukan pembalasan jika infrastruktur kritis mereka diserang militer Amerika.
Suara.com - Ketegangan perang antara Washington dan Teheran mencapai titik didih baru setelah pernyataan keras keluar dari Gedung Putih.
Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan kesiapan militer Amerika Serikat untuk melumpuhkan aset vital milik Iran.
Fokus utama dari rencana serangan ini menyasar pada sektor energi serta akses transportasi strategis di seluruh negeri.
Trump menegaskan bahwa operasi penghancuran ini hanya membutuhkan durasi waktu yang sangat singkat yakni empat jam saja.
Waktu krusial ini dihitung segera setelah masa berlaku peringatan terakhir yang ia tetapkan telah habis terlewati.
Batas waktu yang diberikan oleh pemimpin Amerika Serikat tersebut dijadwalkan berakhir pada Selasa malam waktu setempat.
Secara spesifik pukul 20.00 waktu Iran menjadi momen penentuan apakah konfrontasi fisik benar-benar akan terjadi atau tidak.
Dalam sebuah pengarahan kepada media pada hari Senin kemarin sang presiden memaparkan detail rencana militernya.
Target utama yang disebutkan mencakup seluruh jaringan jembatan penghubung serta pusat pembangkit tenaga listrik nasional.
Baca Juga: Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113
Langkah ini diambil sebagai bentuk tekanan diplomatik tingkat tinggi agar Iran bersedia melunak di jalur perdagangan internasional.
Trump menggambarkan kekuatan militer negaranya mampu menghapus keberadaan infrastruktur tersebut dari peta dalam waktu satu malam saja.
"Kami punya rencana, karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan hancur lebur," kata Trump, dikutip Al Jazeera.
Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang diarahkan kepada kedaulatan wilayah dan stabilitas ekonomi Teheran saat ini.
Meskipun memaparkan skenario kehancuran yang mengerikan namun ia sempat menyatakan bahwa opsi tersebut sebenarnya tidak diinginkan.
"Dan itu akan terjadi dalam jangka waktu empat jam jika kita menginginkannya. Kita tidak ingin itu terjadi," imbuh dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Eks Tangan Kanan Trump: Militer AS Berusaha Bunuh Pilot yang Terjebak di Iran!
-
Kemensos Dukung Hamengku Buwono II Jadi Pahlawan Nasional, Ini Tahapannya
-
Penampakan Puing Pesawat C-130 AS yang Ditembak Jatuh Polisi Iran, Pilotnya Perempuan
-
Donald Trump Perintahkan Pesawat F-15E Diledakkan Hingga Berkeping-keping, Kenapa?
-
Inggris Larang Pangkalan Militernya Dipakai Amerika Serikat Serang Infrastruktur Sipil Iran
-
Usut Suap Mafia Cukai, KPK akan Panggil Lagi Bos Rokok Rokhmawan dan M. Suryo yang Sempat Mangkir!
-
Israel Mulai Hancurkan Masjid di Iran
-
Viral Mobil Dinas Pemprov DKI Dipakai Healing ke Puncak, Oknum Pegawai Kini Diburu Inspektorat!
-
Jejak Berdarah Preman Pembunuh Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta: Residivis, Keok Diterjang Peluru!
-
Demi Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Siap Gerah di Kantor: Batasi Penggunaan AC dan Listrik Kemensos