- Warga di Kampung Bundar, Aceh Tamiang, kehilangan akses utama akibat pembongkaran jembatan oleh alat berat dua bulan lalu.
- Hilangnya jembatan tersebut memaksa warga melintasi jalur alternatif yang sempit dan berlumpur saat beraktivitas sehari-hari.
- Penyintas berharap pemerintah daerah segera membangun jembatan sementara guna memulihkan mobilitas warga yang terdampak pascabencana tersebut.
Suara.com - Harapan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang masih menyisakan persoalan mendasar bagi warga terdampak. Sejumlah penyintas kini menghadapi kesulitan akses menuju permukiman mereka akibat putusnya jembatan yang sebelumnya menjadi jalur utama.
Jembatan yang berada di Kompleks Perumahan Budi 1, Kampung Bundar, Kecamatan Karang Baru itu diketahui telah dihancurkan dalam proses pembersihan pascabencana. Padahal, infrastruktur tersebut menjadi penghubung vital bagi puluhan keluarga yang tinggal di kawasan tersebut.
Muhammad Hendra Vramenia, salah satu penyintas, mengaku warga tidak mengetahui alasan pasti pembongkaran jembatan tersebut. Ia menyebutkan, penghancuran dilakukan menggunakan alat berat sekitar dua bulan lalu, saat sebagian warga masih berada di pengungsian.
"Jembatan sejenis pelat beton itu dihancurkan sekitar dua bulan lalu menggunakan alat berat ekskavator. Kami tidak tahu alasan kenapa jembatan tersebut dihancurkan," katanya, seperti dikutip dari Antara, Kamis.
Kini, setelah warga kembali ke rumah masing-masing, dampak dari hilangnya jembatan tersebut semakin dirasakan. Warga terpaksa mencari jalur alternatif yang tidak hanya sempit, tetapi juga berisiko karena melewati lahan milik warga lain.
"Kini, warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Putusnya jembatan tersebut membuat warga terpaksa mencari jalur alternatif agar bisa pulang," katanya.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan ketika hujan turun. Jalan alternatif yang dilalui menjadi berlumpur dan sulit diakses, sehingga menghambat aktivitas harian warga.
Padahal sebelumnya, jembatan tersebut hanya mengalami penumpukan lumpur akibat banjir. Namun dalam proses pembersihan, justru dilakukan pembongkaran total.
Di tengah kondisi pemulihan pascabencana, warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dengan membangun jembatan sementara sebagai solusi darurat.
Baca Juga: Kaposwil Safrizal ZA: Pemulihan Aceh Pasca Bencana Alami Kemajuan dan Perkembangan Dinamis
"Kami sedang dalam kondisi terdampak musibah. Kami berharap pemerintah hadir membantu membangun jembatan, walau untuk kondisi sementara," katanya.
Warga menilai kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga memastikan akses dasar masyarakat tetap terjaga.
Berita Terkait
-
Kaposwil Safrizal ZA: Pemulihan Aceh Pasca Bencana Alami Kemajuan dan Perkembangan Dinamis
-
Huntara Segera Rampung, Penyintas di Desa Lubuk Sidup Siap Memulai Hidup Baru
-
Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala
-
Kayu Hanyutan Banjir di Aceh dan Sumut Dimanfaatkan Warga jadi Material Huntara
-
Bima Arya Ingatkan Praja Pratama IPDN Jaga Konsistensi Kinerja Pengabdian di Aceh Tamiang
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Banjir Rob di Semarang Bikin Tekor Rp848 Miliar Akibat: Bagaimana Cara Mengatasinya?
-
BRI Apresiasi Kerja Sama Pegadaian SMBC Corporation, Dorong Inklusi Keuangan dan Ekonomi
-
Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk
-
Eks Dirut Indofarma Divonis 13 Tahun, Koalisi #BebaskanArief Sebut Ada Kriminalisasi Hukum
-
Kasus Mens Rea: Pandji Pragiwaksono Temui Pelapor di Polda Metro Jaya, Ini Hasil Pertemuannya
-
Ketimbang Tambah Utang Luar Negeri, Ekonom UMY Minta Prabowo Pangkas Gaji Pejabat
-
Geger! Penyamaran Rey Terbongkar di Malam Pertama, Intan Laporkan Kasus Nikah Sesama Jenis di Malang
-
Moeldoko: Pakai Mobil Listrik Lebih Hemat, Biaya BBM dari Rp 6 Juta Jadi Rp 800 Ribu
-
HOAKS! Donald Trump Provokasi Masyarakat Indonesia yang Sunni agar Tak Dukung Iran
-
DPRD DKI Kritik Perizinan Rumah Ibadah di Jakarta yang Masih Berlarut-Larut