- Sufmi Dasco Ahmad berperan penting membantu Presiden Prabowo Subianto membangun dialog lintas spektrum guna menciptakan pemerintahan yang terbuka.
- Presiden Prabowo dan Dasco berupaya menghentikan praktik politik adu domba demi mewujudkan rekonsiliasi nasional yang substansial dan inklusif.
- Langkah harmonisasi ini bertujuan memperkuat ketahanan nasional Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian kondisi ekonomi serta keamanan di kancah global.
Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad disebut menjadi salah satu kunci Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga persatuan nasional di tengah geopolitik global tak menentu, sekaligus menampilkan tatanan rezim yang tak anti-kritik.
Haris Rusly Moti, pemrakarsa 98 Resolution Network, mengatakan Prabowo maupun Dasco menerapkan budaya baru dalam panggung politik nasional, yakni dialog lintas-spektrum yang bisa menyerap masukan maupun kritik berbagai pihak.
“Profesor Dasco, juga Presiden Prabowo, sebenarnya sering mengajak dialog sejumlah kalangan, yang bahkan berbeda pandangan dengan pemerintah,” kata haris Rusly yang merupakan eksponen gerakan reformasi 98, dikutip hari Kamis (9/4/2026).
Tak hanya mengundang, kata dia, Dasco juga sering menghadiri forum-forum diskusi baik yang formal maupun informal untuk berdialog lintas-pemikiran politik.
“Dalam diskusi formal maupun informal itulah, Dasco bisa mendengar langsung pandangan kritis dari berbagai kelompok yang berbeda spektrum. Karenanya, sangat tak beralasan bila ada pihak mengatakan pemerintah anti-kritik dan anti-dialog,” kata dia.
Kemampuan untuk mendengar langsung dari "lapangan" membuat pengambilan keputusan di tingkat legislatif maupun koordinasi dengan eksekutif menjadi lebih presisi dan akomodatif terhadap kepentingan publik yang beragam.
Mengakhiri Aliran Politik 'Divide et Impera'
Lebih jauh lagi, kepemimpinan Prabowo Subianto dan peran strategis Sufmi Dasco Ahmad dinilai sebagai upaya untuk memutus rantai politik adu domba atau divide et impera.
Aliran politik klasik yang sering membenturkan antar-kelompok masyarakat demi melanggengkan kekuasaan dipastikan tidak mendapat tempat dalam tatanan saat ini.
Baca Juga: Dasco Dinilai Sukses Terapkan 'Manajemen Persaudaraan' Lawan Politik 'Devide et Impera'
Haris menekankan, segala bentuk rekayasa konflik horizontal yang mungkin menjadi warisan masa lalu, kini tengah diupayakan untuk dihentikan secara sistematis namun tenang.
Fokus utama pemerintah adalah membangun rekonsiliasi yang substansial, bukan sekadar simbolis di permukaan.
“Bahkan, segala bentuk warisan konflik horizontal yang direkayasa pada masa lampau, secara senyap telah diupayakan Presiden Prabowo untuk dihentikan,” tambah Haris.
Langkah senyap ini mencakup mediasi konflik di daerah-daerah rawan, hingga harmonisasi hubungan antar-lembaga negara.
Dengan terminimalisirnya konflik internal, Indonesia memiliki daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi guncangan ekonomi dan keamanan dari kancah internasional.
Berita Terkait
-
Dasco Dinilai Sukses Terapkan 'Manajemen Persaudaraan' Lawan Politik 'Devide et Impera'
-
Haris Rusly Moti: Gaya Inklusif Prabowo dan Dasco Berhasil Jaga Stabilitas Nasional
-
Ajukan Kasasi Lawan Putusan Bebas Aktivis Delpedro Cs, Kejagung: Kami Mengacu KUHAP Lama
-
Dasco Kawal Detail Persiapan Haji 2026, Wamenhaj Dahnil Anzar Siapkan Terobosan Demi Jemaah
-
Aksi Kamisan ke-902 Soroti Teror Air Keras, Aktivis Desak Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur
-
Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja
-
Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal
-
Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal
-
Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni