-
Trump mendesak Netanyahu kurangi serangan Lebanon demi kesepakatan damai dengan Iran di Islamabad.
-
Iran sepakat buka Selat Hormuz usai umumkan gencatan senjata dua minggu dengan Amerika Serikat.
-
Israel memulai pembicaraan langsung dengan Lebanon guna melucuti senjata Hizbullah demi stabilitas kawasan.
Sebuah terobosan besar terjadi pada Selasa malam ketika Trump mengumumkan dimulainya masa gencatan senjata selama dua minggu.
Poin paling penting dalam kesepakatan sementara ini adalah kesediaan Teheran untuk mengaktifkan kembali jalur perdagangan internasional.
Iran telah sepakat untuk tidak lagi membatasi atau mengganggu lalu lintas kapal di kawasan vital Selat Hormuz.
Pada Selasa malam (7/4), Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, dengan catatan bahwa Teheran telah setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Sebagai tindak lanjut, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi kesiapan mereka untuk duduk di meja perundingan.
Pertemuan tingkat tinggi antara perwakilan Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan akan berlangsung di Islamabad pada hari Jumat.
Namun, terdapat dinamika rumit mengenai status serangan militer Israel yang masih berlangsung di wilayah kedaulatan Lebanon.
Trump menegaskan bahwa pengurangan operasi militer Israel di Lebanon sebenarnya bukan bagian dari poin kesepakatan dengan Iran.
Hal ini dikarenakan keberadaan kelompok Hizbullah yang tetap menjadi atensi utama bagi pihak militer Israel di lapangan.
Baca Juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Kapal Tanker Terpaksa Putar Balik di Oman
Trump mengatakan penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran karena gerakan Hizbullah.
Di sisi lain, pihak Iran memiliki interpretasi yang berbeda mengenai aktivitas militer Israel yang masih berlanjut tersebut.
Teheran menilai bahwa segala bentuk agresi Israel merupakan sebuah bentuk pengingkaran terhadap kesepakatan yang telah dibuat.
Namun, Iran menganggap ini sebagai pelanggaran gencatan senjata yang dicapai pihaknya dengan Washington.
Meski ada perbedaan pendapat, gencatan senjata ini dianggap sebagai titik balik positif setelah eskalasi besar pada Februari lalu.
Dunia berharap ketegangan ini tidak kembali memuncak demi kestabilan pasokan energi dan keamanan global secara menyeluruh.
Konflik ini awalnya terpicu oleh serangan terkoordinasi yang diluncurkan oleh militer Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.
Iran tidak tinggal diam dan memberikan respons keras dengan menyerang balik wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika.
Tindakan balasan Iran yang menutup Selat Hormuz sebelumnya telah menyebabkan kekacauan besar pada distribusi minyak dunia.
Hal ini sempat memicu lonjakan harga energi yang sangat signifikan dan membebani banyak negara di berbagai belahan dunia.
Kini, dengan adanya dialog di Islamabad, harapan untuk mengakhiri gangguan ekonomi global ini menjadi prioritas utama para pemimpin dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta
-
Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe
-
Perkuat Pencegahan Karhutla, Mendagri Tito Tekankan Keterlibatan Pemda Hingga Tingkat Desa
-
Ratu Dewa Target Macet Palembang Turun 40 Persen dalam 90 Hari, Mungkinkah?
-
Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah
-
Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional
-
Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi
-
Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026
-
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif
-
Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral