- Sekutu AS menuntut perluasan gencatan senjata ke Lebanon akibat pertempuran Israel dan Hizbullah yang berlangsung sejak 2 Maret.
- Konflik bersenjata di perbatasan Lebanon tersebut telah mengakibatkan lebih dari 1.530 orang tewas dan 4.812 orang terluka.
- Inggris, Prancis, Italia, dan Australia mendesak penghentian permusuhan secara menyeluruh guna menciptakan stabilitas perdamaian di kawasan tersebut.
Suara.com - Kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran ternyata dinilai belum cukup.
Sejumlah negara sekutu utama AS kini secara kompak menyuarakan tuntutan agar jeda pertempuran tersebut juga diberlakukan di Lebanon, di mana pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah terus memakan korban.
Seruan ini datang di tengah situasi genting di perbatasan, di mana pertempuran yang berlangsung sejak 2 Maret dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.530 orang dan melukai sedikitnya 4.812 lainnya.
Berikut adalah daftar negara sekutu AS yang secara terbuka meminta gencatan senjata diperluas seperti dikutip dari The Time of Israel.
Inggris
Dari London, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper secara tegas mendorong agar Lebanon dimasukkan dalam kesepakatan.
Ia dijadwalkan akan kembali menyuarakan keprihatinan ini dalam sebuah pidato penting.
"Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dan kami mendukung proses negosiasi. Kemajuan harus dicapai. Tidak boleh ada kembali konflik," ujar Cooper dalam jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Wali Kota London, Susan Langley.
Prancis
Sikap yang lebih keras datang dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Ia tidak hanya menuntut penghentian permusuhan, tetapi juga secara terbuka mengkritik tindakan militer Israel di Lebanon selatan.
"Apa yang kita saksikan melalui serangan dan pendudukan Israel di Lebanon selatan bukanlah respons yang tepat," ujar Macron.
Baca Juga: HOAKS! Donald Trump Provokasi Masyarakat Indonesia yang Sunni agar Tak Dukung Iran
Italia
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, juga menyuarakan keprihatinan mendalam. Ia menyebut gempuran yang terjadi sebagai pelanggaran atas semangat gencatan senjata dan menekankan betapa rapuhnya prospek perdamaian saat ini.
“Kita telah hampir mencapai titik tanpa kembali, tetapi sekarang kita menghadapi prospek perdamaian yang rapuh yang harus diupayakan dengan tekad,” kata Meloni kepada parlemen, menambahkan bahwa Italia mengutuk setiap pelanggaran gencatan senjata dan menyerukan penghentian permusuhan secara permanen.
Australia
Di belahan dunia lain, Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menegaskan bahwa gencatan senjata seharusnya berlaku secara menyeluruh di seluruh kawasan, tidak hanya parsial.
Saat ditanya dalam sebuah wawancara apakah kesepakatan itu harus mencakup tindakan Israel di Lebanon, Wong memberikan jawaban tegas.
"Ya. Posisi kami adalah dunia mengharapkan gencatan senjata berlaku di seluruh kawasan," ujar Wong, dikutip ABC.
Ia juga menyoroti betapa rentannya kesepakatan yang ada saat ini, namun tetap berharap jeda pertempuran bisa dipertahankan.
"Gencatan senjata ini rapuh, tetapi dunia membutuhkan agar kesepakatan ini tetap bertahan," katanya.
Berita Terkait
-
Dampak Perang AS-Iran, Harga Plastik Meroket
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Kapal Tanker Terpaksa Putar Balik di Oman
-
Panas! Donald Trump Minta 'Jatah Preman' di Selat Hormuz, Inggris Marah Besar
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia