-
Iran menolak batasan pengayaan uranium dan menyebut tuntutan AS-Israel hanyalah mimpi yang terkubur.
-
Teheran bersikeras program nuklir tetap jalan meski fasilitas sempat diserang pada Juni 2025.
-
Dialog damai antara Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung di Pakistan 10 April.
Donald Trump melandasi peringatan tersebut pada kecurigaan bahwa Teheran sedang melakukan percepatan dalam pengembangan hulu ledak nuklir secara rahasia.
Konflik fisik bahkan sempat pecah selama hampir dua pekan pada bulan Juni 2025 yang lalu antara kekuatan Barat dan Iran.
Dalam periode perang 12 hari tersebut, pasukan Israel bersama sekutunya melakukan serangan udara yang menyasar infrastruktur nuklir milik pemerintah Iran.
Pihak penyerang mengklaim bahwa operasi militer tersebut telah melumpuhkan seluruh kapabilitas Iran dalam mengolah uranium untuk kepentingan militer mereka.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya dinamika yang berbeda dari klaim kemenangan yang disampaikan oleh pihak koalisi Barat tersebut.
Meskipun serangan udara telah menghancurkan banyak bangunan fisik, intelijen Barat tetap menyimpan rasa khawatir yang mendalam terhadap sisa material nuklir.
Ada indikasi kuat bahwa Iran masih menyembunyikan stok uranium dalam jumlah besar di bunker bawah tanah yang terlindungi dari ledakan bom.
Kekhawatiran ini didasari pada fakta bahwa Iran memiliki kemampuan teknis yang jauh melampaui batas-batas perjanjian internasional yang pernah disepakati.
Sebelum pecahnya konflik bersenjata tahun lalu, Iran diketahui sudah mampu meningkatkan kadar kemurnian uranium mereka hingga menyentuh angka 60 persen.
Baca Juga: Enggan Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
Level tersebut jauh melampaui ambang batas 3,67 persen yang sebelumnya ditetapkan dalam kesepakatan nuklir tahun 2015 yang kini sudah tidak berlaku.
Kemampuan Iran untuk mempertahankan teknologi nuklirnya menunjukkan tingkat ketahanan nasional yang sangat tinggi terhadap sanksi ekonomi maupun serangan militer.
Pihak Teheran merasa tidak lagi terikat dengan aturan lama yang dianggap merugikan kepentingan nasional dan memperlambat kemajuan teknologi dalam negeri mereka.
Dengan posisi tawar yang kuat, Iran melangkah menuju meja perundingan di Pakistan dengan kepercayaan diri bahwa kedaulatan nuklir adalah harga mati.
Dunia internasional kini menunggu hasil dari dialog 10 April untuk melihat apakah kesepakatan baru dapat tercapai atau ketegangan akan semakin memuncak.
Sikap Mohammad Eslami mencerminkan bahwa Iran tidak akan mundur selangkah pun dari ambisi nuklir yang telah mereka bangun selama puluhan tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus