-
Iran menolak batasan pengayaan uranium dan menyebut tuntutan AS-Israel hanyalah mimpi yang terkubur.
-
Teheran bersikeras program nuklir tetap jalan meski fasilitas sempat diserang pada Juni 2025.
-
Dialog damai antara Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung di Pakistan 10 April.
Suara.com - Pemerintah Iran secara resmi menyatakan penolakan mutlak terhadap segala bentuk intervensi asing yang mencoba membatasi aktivitas pengayaan uranium mereka.
Teheran memandang bahwa keinginan Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan program nuklir nasional adalah sebuah kemustahilan yang nyata.
Otoritas nuklir Iran memastikan bahwa setiap upaya untuk mengekang hak teknologi mereka tidak akan pernah membuahkan hasil di masa depan.
Ketegasan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya tekanan diplomatik global yang menyasar fasilitas strategis milik negara Timur Tengah tersebut.
"Klaim dan tuntutan musuh-musuh kita untuk membatasi program pengayaan uranium Iran hanyalah keinginan yang akan terkubur," kata Kepala Badan Energi Nuklir Iran, Mohammad Elsami dikutip dari TFT World.
Pernyataan keras dari pihak Teheran ini mencuat tepat sebelum agenda pertemuan krusial yang dijadwalkan berlangsung di wilayah Pakistan.
Rencananya, dialog perdamaian yang mempertemukan perwakilan Iran dan Amerika Serikat tersebut akan digelar pada tanggal 10 April ini.
Pertemuan ini menjadi sangat krusial mengingat eskalasi konflik yang melibatkan kekuatan besar di kawasan tersebut selama beberapa tahun terakhir.
Bagi Iran, proses negosiasi saat ini merupakan sisa-sisa upaya dari pihak lawan yang gagal dalam konfrontasi fisik sebelumnya.
Baca Juga: Enggan Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
"Semua konspirasi dan tindakan musuh-musuh kita, termasuk perang brutal ini, tidak menghasilkan apa pun. Sekarang mereka berusaha mencapai sesuatu melalui negosiasi," kata Eslami, dikutip AFP.
Isu mengenai kadar pengayaan uranium di Iran telah menjadi sumbu konflik utama dalam hubungan internasional selama dua dekade belakangan.
Negara-negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat terus melontarkan tuduhan bahwa Iran sedang berupaya menciptakan persenjataan atom yang mematikan.
Di sisi lain, Iran secara konsisten memberikan bantahan dan memberikan jaminan bahwa seluruh aktivitas nuklir mereka murni untuk kebutuhan energi sipil.
Perselisihan pandangan ini terus menghambat terciptanya stabilitas politik di kawasan Timur Tengah yang sangat sensitif terhadap isu persenjataan nuklir.
Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya sempat memberikan peringatan keras bahwa Teheran tidak boleh melakukan aktivitas pengayaan uranium apapun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata dengan AS Jika Israel Terus Bombardir Lebanon Tanpa Henti
-
Pasokan Minyak Dunia Anjlok 13 Persen Akibat Perang Timur Tengah Menurut Bos IMF
-
Nasib Lebanon di Ujung Tanduk, PM Nawaf Salam Harap Pakistan Bisa Tekan Israel Hentikan Serangan
-
Dunia Desak Israel Segera Berhenti Serang Lebanon
-
Donald Trump Minta Benjamin Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon Demi Kelancaran Gencatan Senjata
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU