-
Iran mengancam keluar dari gencatan senjata jika Israel terus membombardir wilayah Lebanon.
-
Donald Trump menuntut Iran menghentikan program nuklir dan menjamin keamanan Selat Hormuz.
-
Negosiasi damai dijadwalkan di Pakistan meskipun korban jiwa di Lebanon terus bertambah.
Trump juga menitikberatkan pada aspek stabilitas ekonomi global dengan menuntut jaminan keamanan di salah satu jalur perdagangan vital.
Pemerintah Iran wajib memastikan bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka bagi lalu lintas kapal internasional selama masa damai.
"Selama kurun waktu ini, militer kami yang hebat akan mempersiapkan diri dan beristirahat untuk menantikan penaklukan berikutnya," tulis Trump di Truth Social.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa militer Amerika Serikat tetap dalam posisi siaga penuh meskipun status saat ini adalah gencatan senjata.
Persiapan kekuatan militer tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif jika proses diplomasi yang sedang berjalan menemui jalan buntu.
Secara resmi, Amerika Serikat dan Iran telah menyetujui penghentian permusuhan selama dua pekan yang dimulai sejak Rabu (8/4).
Keputusan krusial ini sebelumnya disampaikan langsung oleh Trump kepada publik pada hari Selasa (7/4) melalui kanal media sosialnya.
Langkah perdamaian ini direncanakan akan berlanjut ke meja perundingan yang lebih formal untuk membahas poin-poin yang lebih mendalam.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, pertemuan diplomatik tingkat tinggi tersebut rencananya akan diselenggarakan di Pakistan pada 10 April.
Baca Juga: Pasokan Minyak Dunia Anjlok 13 Persen Akibat Perang Timur Tengah Menurut Bos IMF
Namun, bayang-bayang kegagalan negosiasi terus menghantui akibat realitas yang terjadi di wilayah kedaulatan Lebanon beberapa hari terakhir.
Data di lapangan menunjukkan bahwa Israel tetap melakukan gempuran hebat meskipun kesepakatan gencatan senjata sudah diumumkan ke publik.
Serangan berskala besar tersebut telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah yang sangat signifikan bagi warga di Lebanon.
Laporan terbaru mencatat sedikitnya 254 orang telah kehilangan nyawa akibat rangkaian pemboman yang dilakukan oleh militer Israel.
Selain korban tewas, tercatat sebanyak 1.165 orang mengalami luka-luka dan membutuhkan perawatan medis darurat akibat serangan udara tersebut.
Kondisi tragis ini menjadi ujian berat bagi komitmen Amerika Serikat dan Iran dalam mempertahankan stabilitas keamanan yang sedang mereka bangun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus