-
Netanyahu memerintahkan kabinet Israel untuk memulai pembicaraan damai langsung dengan pemerintah Lebanon segera.
-
Serangan udara Israel menewaskan 303 warga Lebanon di tengah ketidakpastian status gencatan senjata global.
-
Presiden Lebanon mengimbau persatuan nasional dan menempuh jalur diplomatik internasional demi menghentikan konflik.
Suara.com - Pemerintah Israel secara mengejutkan membuka pintu komunikasi diplomatik langsung dengan pihak Lebanon dalam waktu dekat ini.
Langkah strategis ini diambil tepat sehari setelah agresi militer besar-besaran yang merenggut ratusan nyawa penduduk Lebanon.
Pihak otoritas Israel nampaknya mulai mempertimbangkan jalur meja hijau untuk menyelesaikan ketegangan yang kian meruncing tersebut.
Kabar mengenai rencana negosiasi ini menjadi sorotan dunia mengingat situasi keamanan di perbatasan yang masih mencekam.
Keputusan krusial ini diambil di tengah pusaran diplomasi global yang melibatkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberikan lampu hijau kepada jajarannya untuk segera memproses mekanisme dialog tersebut.
Kebijakan ini merupakan respons atas permintaan komunikasi yang kabarnya telah diajukan berulang kali oleh pihak Lebanon.
"Menanggapi permintaan berulang dari Lebanon untuk membuka negosiasi langsung dengan Israel, saya kemarin telah menginstruksikan kabinet untuk segera memulai pembicaraan tersebut secepat mungkin," kata Netanyahu dalam pernyataan yang dirilis kantornya pada Kamis (9/4), dikutip CNN Internasional.
Fokus utama dari pertemuan tingkat tinggi tersebut nantinya akan menyasar pada poin-poin yang sangat sensitif.
Baca Juga: Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!
Netanyahu menekankan bahwa agenda utama pembicaraan adalah proses pelucutan senjata milisi serta upaya perdamaian permanen.
Pernyataan Netanyahu muncul di tengah keraguan publik mengenai status gencatan senjata yang diinisiasi oleh Amerika Serikat.
Sebelumnya telah tercapai kesepakatan penghentian konflik selama empat belas hari antara pihak Washington dengan Teheran.
Namun terdapat perbedaan penafsiran yang sangat tajam mengenai apakah wilayah Lebanon masuk dalam zona aman tersebut.
Pihak Israel secara tegas menyatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam daftar wilayah yang masuk skema gencatan senjata.
Di sisi lain Iran dan Pakistan justru meyakini bahwa kesepakatan tersebut seharusnya mencakup seluruh area konflik.
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mengupayakan segala jalur diplomatik yang tersedia.
Ia menyebutkan bahwa dunia internasional mulai memberikan respons yang cukup baik terhadap permohonan perdamaian dari Lebanon.
Kabinet Lebanon juga langsung mengambil tindakan internal untuk memperkuat kendali keamanan di wilayah ibu kota mereka.
Pemerintah setempat ingin memastikan bahwa otoritas penggunaan senjata hanya berada di bawah kendali lembaga resmi negara.
Aoun memberikan peringatan keras agar situasi panas ini tidak memicu konflik saudara di dalam negeri Lebanon sendiri.
Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk tetap memberikan kepercayaan penuh kepada institusi keamanan resmi pemerintah yang sah.
Pernyataan ini merupakan upaya untuk menjaga stabilitas domestik di tengah tekanan militer dari pihak luar yang masif.
Lebanon kini berada di persimpangan jalan antara mempertahankan kedaulatan dan menghindari kehancuran total akibat peperangan berkepanjangan.
Meski menawarkan jalur dialog namun militer Israel tetap melakukan operasi udara dengan intensitas tinggi di wilayah utara.
Netanyahu bahkan sempat menegaskan komitmennya untuk menghancurkan kekuatan lawan dengan presisi dan kekuatan penuh tanpa ragu.
Laporan dari kementerian terkait menyebutkan jumlah korban jiwa telah mencapai angka yang sangat memprihatinkan dalam waktu singkat.
Sedikitnya tercatat ada 303 orang yang meninggal dunia akibat serangan udara yang terjadi pada hari Rabu kemarin.
Ribuan warga lainnya dilaporkan menderita luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis darurat di berbagai rumah sakit setempat.
Militer Israel mengklaim telah berhasil melumpuhkan salah satu sosok penting dalam struktur organisasi milisi di Lebanon.
Sosok tersebut diidentifikasi sebagai Ali Yusuf Harshi yang diketahui memiliki peran strategis sebagai ajudan pimpinan tinggi.
Hingga saat ini pihak kelompok yang bersangkutan belum memberikan pernyataan resmi terkait kebenaran berita kematian tokohnya tersebut.
Kejadian ini semakin menambah daftar panjang kehilangan di kedua belah pihak selama periode peperangan lima pekan terakhir.
Situasi di lapangan masih sangat dinamis dengan kemungkinan perubahan kondisi keamanan yang bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan.
Pemerintah Lebanon secara resmi telah menetapkan hari Kamis sebagai momen duka cita nasional bagi seluruh rakyatnya.
Bendera setengah tiang dikibarkan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi ratusan korban yang tewas dalam satu hari.
Dunia kini menanti apakah instruksi Netanyahu untuk berdialog benar-benar akan berujung pada penghentian pertumpahan darah secara total.
Diplomasi antara Israel dan Lebanon dianggap sebagai kunci utama untuk meredam eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.
Jika negosiasi gagal maka kawasan tersebut diprediksi akan terus berada dalam siklus kekerasan yang merugikan banyak pihak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Bulog: Stok Beras Nasional 4,6 Juto Ton Tersebar Merata, Ketahanan Pangan Aman Hadapi El Nino
-
Lawan Ketimpangan! Ini 5 Mandat Politik Kongres VI KPI Demi Keadilan Ekonomi Perempuan
-
Polisi Sebut WFH ASN Bikin Jalanan Jakarta Lebih Lengang Hari Ini
-
Geledah Rumah PNS dan Pihak Swasta, KPK Amankan Bukti Kasus Pemerasan dan Gratifikasi di Madiun
-
Ogah Santai Saat WFH Jumat, Pramono Anung Pantau Pengerukan Kanal Banjir Barat
-
Ngaku Bisa Atur Kasus Korupsi, 4 Petugas KPK Gadungan Ditangkap
-
WFH Jumat Perdana, Sebagian Kursi ASN Jakarta di Balai Kota Tak Terisi
-
Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?
-
Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng
-
BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?