- Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, mengancam Israel bahwa "waktu hampir habis" jika terus melanggar gencatan senjata dengan menyerang Lebanon.
- Iran menegaskan bahwa perlindungan Lebanon adalah poin pertama dari proposal 10 butir yang menjadi dasar kesepakatan dengan AS, yang juga dikonfirmasi oleh mediator Pakistan.
- Ancaman ini muncul di tengah perbedaan interpretasi, di mana Wapres AS mengklaim serangan Israel ke Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan.
Suara.com - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, melontarkan ancaman keras kepada Rezim Zionis Israel yang terus membombardir wilayah Lebanon.
Peringatan ini dikeluarkan setelah Tel Aviv secara terang-terangan mengabaikan kesepakatan gencatan senjata sementara yang telah disetujui oleh Amerika Serikat.
Qalibaf menegaskan bahwa setiap pelanggaran gencatan senjata akan memicu "reaksi keras" dan waktu bagi Israel kini hampir habis.
Melalui unggahan di media sosial, politisi senior Iran itu secara spesifik mengingatkan Israel mengenai proposal 10 poin yang menjadi dasar kesepakatan damai.
"Waktu hampir habis," tulis Qalibaf, menekankan bahwa gencatan senjata tersebut secara eksplisit mencakup penghentian permusuhan di Lebanon, dikutip dari Haberler, Jumat (10//4/2026).
Ia menyebut bahwa perlindungan terhadap Lebanon dan sekutu-sekutu Iran merupakan poin pertama dari 10 butir proposal yang telah diajukan kepada AS.
Qalibaf menambahkan, masuknya Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata bahkan telah diakui secara publik oleh Perdana Menteri Pakistan, Shahbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator.
Fakta tersebut, menurutnya, tidak dapat disangkal oleh pihak manapun.
Ia kembali menegaskan bahwa pelanggaran gencatan senjata akan membawa konsekuensi serius dan akan disambut dengan respons yang sangat kuat dari pihaknya.
Baca Juga: Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran
Ancaman ini semakin memanaskan "misteri Lebanon" dalam proses gencatan senjata yang penuh ketidakpastian.
Meskipun mediator dari Pakistan telah menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut mencakup Lebanon, pihak Amerika Serikat justru memiliki pandangan yang berbeda.
Wakil Presiden AS, James David Vance, berpendapat bahwa serangan Israel ke Lebanon bukanlah bagian dari kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran.
Namun, Iran tetap teguh pada pendiriannya bahwa gencatan senjata tersebut mencakup penghentian semua konflik dan peperangan di kawasan itu, tanpa terkecuali Lebanon.
Berita Terkait
-
Donald Trump Peringatkan Iran Stop Pungutan di Selat Hormuz
-
Mojtaba Khamenei Tegaskan Tidak Mau Perang Tapi Tetap Pertahankan Seluruh Hak Bangsanya
-
Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah 'Drama' Trump-Iran
-
Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz
-
Selat Hormuz Ditutup Lagi Akibat Israel Serang Lebanon, Iran Murka Gencatan Senjata AS Dilanggar
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Andrew Kalaweit Soroti Karhutla Kalimantan: Hutan Tak Terbakar Sendiri
-
Rekening Botok Masih Terblokir, Dana Donasi Rp80 Juta Tak Bisa Cair Jelang Aksi 27 Agustus
-
Rayakan HUT ke-81 RI, Suasana Pasar Ngijon Mendadak Meriah dan Penuh Warna
-
Paman dan Keponakan Kompak Bawa 35 Kg Sabu di Tanjung Balai
-
Review Rembulan Tenggelam di Wajahmu Extended: Saat Jeda Waktu Memberi Ruang bagi Makna
-
Anjing Pitbull Lepas Serang Bocah 9 Tahun di Bandung, Korban Luka Parah di Kepala dan Telinga
-
AMPB Pastikan Masyarakat Pati yang Bertemu DPR Hari Ini Bukan Pihaknya
-
Prabowo Ingin Penerjun Bebas Atasi Karhutla Riau: Pertama Kali dalam Sejarah
-
Geliat Musik Keras di Magnumotion Loud Fest, dari Hijaber hingga Aksi Cadas Seringai
-
Kadet Mundur Diduga karena Hijab, DPR: Aturan Unhan Tidak Melarang!