- Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon pada 8 April 2026 yang menewaskan ratusan warga sipil serta merusak infrastruktur.
- PBB mengecam keras tindakan tersebut karena dinilai membahayakan momentum gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan.
- Sekjen PBB mendesak penghentian permusuhan dan menekankan bahwa diplomasi adalah satu-satunya solusi nyata untuk menjaga perdamaian di Lebanon.
Suara.com - Serangan besar-besaran Israel di Lebanon pada 8 April 2026 tidak hanya menewaskan ratusan warga sipil, tetapi juga memicu kekhawatiran baru di level global.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menilai eskalasi ini berpotensi merusak momentum gencatan senjata yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, menyampaikan kecaman keras atas serangan yang menghantam berbagai wilayah di Lebanon dan menyebabkan korban sipil dalam jumlah besar, termasuk anak-anak, serta kerusakan infrastruktur.
“Sekretaris Jenderal dengan tegas mengutuk serangan besar-besaran oleh Israel di seluruh wilayah Lebanon pada 8 April yang mengakibatkan ratusan warga sipil tewas dan terluka,” kata Dujarric dalam pernyataan resmi, ditulis Jumat (10/4/2026).
PBB tidak hanya menyoroti jumlah korban, tetapi juga pola serangan yang berdampak langsung pada wilayah sipil.
Dalam pernyataan itu, Sekjen menilai meningkatnya korban sipil sebagai situasi yang sangat memprihatinkan.
Dujarric juga menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Lebanon, seraya menekankan pentingnya pemulihan bagi para korban luka di tengah sistem kesehatan yang tertekan.
Namun, sorotan utama PBB bukan semata pada dampak kemanusiaan.
Di saat bersamaan, kawasan tengah berada dalam fase sensitif setelah diumumkannya gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran
Aktivitas militer yang masih berlangsung di Lebanon dinilai berisiko menggagalkan upaya deeskalasi tersebut.
“Seiring dengan pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, aktivitas militer yang masih berlangsung di Lebanon menimbulkan risiko serius terhadap gencatan senjata tersebut serta upaya menuju perdamaian yang berkelanjutan,” ujar Dujarric.
PBB kembali menyerukan penghentian segera permusuhan. Dalam konteks ini, organisasi internasional tersebut menegaskan bahwa hukum internasional, termasuk hukum humaniter, tidak bisa dinegosiasikan.
“Warga sipil dan objek sipil harus dilindungi setiap saat, dan serangan yang ditujukan kepada mereka tidak dapat diterima,” tegasnya.
Lebih jauh, Sekretaris Jenderal PBB menilai pendekatan militer tidak akan menyelesaikan konflik yang terus berulang di kawasan tersebut. Jalur diplomasi kembali didorong sebagai satu-satunya opsi yang realistis.
“Tidak ada solusi militer untuk konflik ini,” kata Dujarric.
PBB juga mendesak semua pihak untuk kembali pada komitmen internasional, termasuk implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan 1701 yang selama ini menjadi kerangka utama dalam menjaga stabilitas di perbatasan Lebanon-Israel.
Berita Terkait
-
Mia Khalifa Nangis Lebanon Dibom: AS dan Israel Negara Fasis Teroris
-
Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!
-
Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah 'Drama' Trump-Iran
-
Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran
-
Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata dengan AS Jika Israel Terus Bombardir Lebanon Tanpa Henti
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jejak Rolex Bupati Pekalongan di INTime Senayan City, KPK Periksa Manajer Toko Irwan Mussry
-
Jangan Diam, Hubungi Nomor Ini Jika Lihat Kekerasan Anak di Sekolah
-
Miris! Ternyata Cuma 46 Persen Kasus Bullying di Sekolah yang Berhasil Tuntas
-
Noel Ogah Ucapkan Terima Kasih ke Pimpinan KPK: Muak, Licik Seperti Bocil
-
Bukan Hanya Islam, Indro Warkop Ajak Semua Agama Bersatu Bela Palestina
-
Tak Terima Dituduh Menyekap dan Todong Senjata, Hercules Laporkan Balik Putri Ahmad Bahar ke Polisi!
-
Kumpulkan Calon Jenderal di Bandung, Prabowo Beri Instruksi Strategis dalam Taklimatnya
-
Begal Urusan Polisi Bukan TNI! Koalisi Sipil Kritik Keras Watak 'Over-Reactive' Negara
-
SNBT 2026 Meledak! Nyaris 900 Ribu Orang Rebutan Kursi PTN, Masih Berani Bersaing?
-
Tok! Habiburokhman Pegang Kendali Panja Revisi UU Polri, Ini Daftar Lengkap Anggotanya