News / Metropolitan
Jum'at, 10 April 2026 | 15:37 WIB
Polisi meringkus tiga pria terkait aksi premanisme berupa pemerasan disertai ancaman terhadap pedagang di kawasan Jalan K.H. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Polisi menangkap tiga pria di Tanah Abang karena melakukan pemerasan dan ancaman terhadap pedagang pada 9 April 2026.
  • Pelaku yang berinisial TDT, DA, dan OP memaksa meminta uang keamanan sambil mengintimidasi korban menggunakan senjata tajam.
  • Hasil tes urine menunjukkan ketiga tersangka positif narkotika dan kini ditahan di Polsek Metro Tanah Abang untuk penyidikan.

Suara.com - Polisi meringkus tiga pria terkait aksi premanisme berupa pemerasan disertai ancaman terhadap pedagang di kawasan Jalan K.H. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penangkapan ini dilakukan setelah aksi para pelaku terekam dalam video viral di media sosial.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo, menyatakan bahwa tindakan hukum ini merupakan respons atas keresahan masyarakat dan informasi mengenai aksi pemalakan di wilayah tersebut.

"Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat dan video viral terkait aksi pemalakan yang dilakukan para pelaku di kawasan tersebut," ujar Dhimas kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, insiden pemerasan terjadi pada Kamis malam (9/4/2026) sekitar pukul 23.40 WIB di sebuah warung kopi di bawah JPO Jalan Fachrudin.

Ketiga pelaku yang berinisial TDT (26), DA (36), dan OP (36) diduga meminta uang jatah keamanan kepada pedagang secara paksa.

"Para pelaku mendatangi pedagang dan meminta uang jatah keamanan sebesar Rp300.000. Tidak hanya meminta uang, mereka juga mengancam akan menusuk korban jika permintaannya tidak dituruti," ungkap Dhimas.

Selain laporan dari pedagang kopi, polisi menyebut aksi salah satu pelaku yang memecahkan mangkok milik pedagang bakso telah lebih dulu viral. Tindakan beringas tersebut dilakukan sebagai upaya intimidasi agar para pedagang menuruti permintaan mereka.

"Selain laporan dari pedagang bubur, aksi para pelaku ini sebelumnya sempat viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat para pelaku melakukan aksi premanisme dengan memecahkan mangkok milik seorang pedagang bakso untuk menakut-nakuti korbannya," imbuh Dhimas.

Dalam proses penangkapan, petugas menyita sejumlah senjata tajam yang digunakan pelaku untuk mengancam para korbannya.

Baca Juga: Iran Incar 17 Raksasa Teknologi AS, Pakar Sebut Konflik Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Global

Pihak kepolisian juga melakukan tes urine dan menemukan fakta bahwa ketiga pelaku tengah berada di bawah pengaruh narkotika.

"Kami juga melakukan tes urine terhadap ketiga pelaku dan hasilnya ketiganya positif mengandung metamfetamin atau sabu," beber Dhimas.

Kekinian ketiga tersangka telah ditahan di Polsek Metro Tanah Abang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi memastikan para pelaku akan dijerat dengan pasal terkait pemerasan dan penyalahgunaan narkotika.

"Kami sedang melengkapi berkas perkara, dan memastikan para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Termasuk terkait penyalahgunaan narkotika yang mereka lakukan," pungkas Dhimas.

Load More