- Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan kesiapan Israel untuk menggelar perundingan langsung dengan Lebanon di Washington pada pekan depan.
- Agenda perundingan tersebut berfokus pada pelucutan senjata kelompok Hizbullah serta upaya membangun hubungan damai antara kedua negara.
- Pemerintah Lebanon menempuh jalur diplomasi, namun Hizbullah menolak negosiasi sebelum gencatan senjata total dan penarikan pasukan Israel terlaksana.
Suara.com - Di tengah situasi yang memanas dan hanya sehari setelah serangan mematikan Israel di Lebanon menewaskan lebih dari 300 orang, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara mengejutkan menyatakan kesiapan pemerintahnya untuk menggelar perundingan langsung dengan Lebanon.
Menukil dari laporan AFP, negosiasi tersebut dijadwalkan akan berlangsung di Washington pada pekan depan.
Langkah ini berisiko memperumit gencatan senjata rapuh yang baru saja tercapai antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis kantornya pada Kamis (9/4/2026), Netanyahu mengklaim bahwa tawaran dialog ini merupakan respons atas permintaan dari pihak Lebanon sendiri.
“Mengingat permintaan berulang Lebanon untuk membuka negosiasi langsung dengan Israel, saya kemarin telah menginstruksikan kabinet untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon sesegera mungkin,” bunyi pernyataan Netanyahu.
Ia menambahkan bahwa fokus utama dari perundingan tersebut adalah pelucutan senjata kelompok Hizbullah dan upaya untuk membangun hubungan damai antara kedua negara.
Langkah Israel ini mendapat respons beragam dari Lebanon. Di satu sisi, pemerintah resmi menempuh jalur diplomasi.
Presiden Lebanon, Joseph Aoun menyatakan bahwa solusi utama adalah gencatan senjata dan menegaskan komitmennya untuk mencegah perang internal.
“Saya telah mengatakan dan mengulanginya: saya tidak akan membiarkan konflik internal terjadi, dan semua pihak harus percaya pada negara dan kekuatan sahnya, karena tidak ada keselamatan tanpa itu,” ujarnya.
Baca Juga: Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu
Sejalan dengan itu, Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam telah memerintahkan aparat untuk memperkuat kontrol negara dan membatasi kepemilikan senjata hanya pada otoritas resmi.
“Angkatan bersenjata dan aparat keamanan diminta segera memperkuat penerapan penuh otoritas negara atas wilayah Beirut dan memonopoli senjata hanya di tangan otoritas yang sah,” katanya.
Namun, jalan menuju meja perundingan dipastikan tidak akan mulus. Kelompok Hizbullah, yang menjadi target utama Israel, secara tegas menolak gagasan negosiasi langsung.
Anggota parlemen dari Hizbullah, Ali Fayyad menegaskan bahwa ada syarat mutlak yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
Menurutnya, pemerintah Lebanon harus menuntut gencatan senjata total sebelum melangkah lebih jauh.
Ia juga menekankan prioritas lain, yaitu penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Lebanon serta pemulangan warga yang terpaksa mengungsi.
Sikap ini diperkuat oleh seorang sumber resmi yang menyatakan tidak akan ada perundingan apa pun sebelum gencatan senjata benar-benar tercapai.
Berita Terkait
-
Iran Bantah Serangan Drone ke Negara Teluk Saat Gencatan Senjata
-
Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi
-
Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng
-
Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah
-
Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan
-
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK
-
Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak
-
Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU