News / Nasional
Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Seskab Teddy Indra Wijaya membantah isu potensi kekacauan nasional di Indonesia saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
  • Pemerintah menegaskan kondisi negara terkendali melalui kebijakan subsidi BBM yang tetap stabil meskipun terdapat konflik global berkelanjutan.
  • Indikator keberhasilan pemerintah meliputi terjaganya daya beli masyarakat serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok selama dua kali masa Lebaran.

Suara.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi tegas terkait isu yang menyebutkan bahwa Indonesia akan mengalami kekacauan atau kondisi "kaos" dalam waktu dekat.

Ia menegaskan bahwa narasi tersebut tidak benar dan kondisi nasional saat ini sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (10/4/2026) malam.

"Saya mau luruskan beberapa isu. Tadi ada pertanyaan, jadi beberapa waktu lalu sempat ada isu yang menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Indonesia akan keos ya. Pertama, saya minta maaf mau luruskan, itu adalah narasi yang keliru. Tidak ada itu keos-keos. Yang ada adalah semuanya terkendali," ujar Teddy.

Sebagai bukti situasi yang terkendali, Teddy menyoroti kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang tetap mempertahankan harga BBM subsidi di tengah gejolak konflik global yang terjadi di Timur Tengah.

"Buktinya apa? Satu, di tengah konflik global dan dampak di Timur Tengah, perang di Timur Tengah, banyak sekali negara yang menaikkan harga BBM, kesulitan BBM, tapi justru Presiden Prabowo memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi sama sekali. Itu fakta. Anda bisa lihat sendiri di negara tetangga dan negara sekitar. Oke," jelasnya.

Selain itu, Teddy memaparkan data ekonomi yang menunjukkan tren positif. Menurutnya, daya beli masyarakat tetap terjaga dan indikator makroekonomi menunjukkan optimisme.

Ia juga menyinggung keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas selama masa perayaan besar seperti Lebaran.

"Kemudian yang kedua, data perekonomian dari ekonom yang benar menunjukkan kita mengarah ke optimistik. Daya beli masyarakat terjaga. Dan yang paling penting ini, yang paling nyata, pemerintahan Pak Prabowo sudah dua kali melaksanakan Lebaran," tuturnya.

Baca Juga: Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Keberhasilan dalam dua kali masa Lebaran tersebut, diklaim Teddy, merupakan bukti nyata bahwa distribusi kebutuhan pokok dan energi berjalan sangat baik.

"Dan faktanya, buktinya, di dua kali itu kita alami bersama, seluruhnya stabil. Harga bahan pokok, kebutuhan pokok tersedia, harga-harga stabil, BBM tersedia, dan arus mudik lancar ya. Itu adalah fakta data yang tersedia di lapangan. Semua terukur di sini. Jadi masyarakat jangan khawatir," pungkasnya.

Sebelumnya, Indonesia disebut berpotensi menghadapi guncangan nasional hingga chaos pada Juli–Agustus 2026. Peringatan itu disampaikan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), sebagaimana diungkapkan Muhammad Said Didu.

Dalam acara diskusi yang diunggah Edy Mulyadi di akun YouTube @BANGEDYCHANNEL pada Minggu (22/3/2026), Said Didu mengatakan kekhawatiran JK tersebut berkaitan dengan tekanan ekonomi dan situasi global.

"Pak JK menyatakan ini akan bisa terjadi chaos sekitar bulan Juli-Agustus. Itu yang mau dihindari," ujar Said Didu.

Load More