News / Nasional
Sabtu, 11 April 2026 | 07:00 WIB
Amaq Supriadi, Kepala Dusun di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, sekaligus peternak ikan. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)
Baca 10 detik
  • WVI menginisiasi program pemberdayaan ekonomi melalui budidaya ikan sistem silvofishery bagi warga di Lombok Timur, NTB.
  • Peternak di Dusun Sungai Sugihan menerapkan metode integrasi ikan dan mangrove untuk meningkatkan produktivitas hasil panen ikan bandeng serta nila.
  • Program ini memberikan bantuan bibit, pakan, dan pelatihan teknis yang berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi warga setempat.
Tambak ikan nila milik Ahmad Supriadi, Kepala Dusun di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Studi Banding hingga ke Kalimantan

Keseriusan WVI dalam membina peternak di Lombok Timur juga ditunjukkan dengan peningkatan kapasitas SDM. Pada Mei 2025 lalu, Ahmad beserta tiga orang rekan lainnya sempat diboyong ke Kalimantan untuk melihat langsung keberhasilan pola serupa di sana.

"Kami empat orang diajak ke Kalimantan oleh WVI karena di sana program ini sudah sangat berhasil. Kami belajar banyak dari sana untuk diterapkan di sini," kata Supriadi.

Supriadi menuturkan bantuan yang diberikan WVI nantinya akan diputar sebagai modal untuk membeli bibit baru dan pakan setelah panen dilakukan.

Menutup keterangannya, Supriadi berharap program kolaborasi ini tidak berhenti pada panen pertama saja, melainkan terus berlanjut demi kesejahteraan warga Dusun yang lebih luas.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Wahana Visi. Harapan kami, program ini bisa terus berlanjut karena manfaatnya sangat terasa bagi ekonomi kami," pungkasnya.

Load More