-
AS dan Iran saling klaim atas kendali navigasi militer di Selat Hormuz yang strategis.
-
Negosiasi diplomatik tingkat tinggi di Islamabad masih terhambat perbedaan syarat kompensasi dan nuklir.
-
Donald Trump mengklaim kemenangan militer saat perang memasuki pekan keenam di tengah krisis energi.
Klaim saling silang di laut ini terjadi bersamaan dengan pertemuan diplomatik bersejarah yang berlangsung di Islamabad.
Wakil Presiden AS JD Vance bertemu langsung dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dalam negosiasi formal.
Ini merupakan komunikasi tingkat tertinggi antara kedua negara sejak pecahnya revolusi Islam pada akhir dekade tujuh puluhan.
Meski gencatan senjata sementara telah disepakati namun kedua pihak masih berselisih mengenai syarat-syarat perdamaian jangka panjang.
Isu mengenai kompensasi kerusakan perang dan status program nuklir Iran menjadi penghambat utama dalam meja perundingan.
Status Selat Hormuz Sebagai Senjata Diplomasi Iran
Iran berencana menerapkan tarif tol bagi setiap kapal yang melintas sebagai bentuk ganti rugi atas kerusakan perang.
Bagi Teheran Selat Hormuz bukan sekadar jalur air melainkan tuas penggerak untuk menekan kekuatan ekonomi Barat.
Namun bagi Amerika Serikat menyerahkan kendali selat tersebut kepada Iran dianggap sebagai sebuah kegagalan strategis.
Baca Juga: Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
Analis militer melihat bahwa meskipun kekuatan tempur Iran menurun setelah enam minggu perang mereka tetap berbahaya.
Ancaman ranjau laut masih menjadi ketakutan utama bagi kapal-kapal tanker internasional yang ingin melintas di sana.
Presiden Donald Trump lewat media sosial miliknya justru mengklaim bahwa posisi Amerika sudah berada di atas angin.
Trump menyatakan bahwa seluruh dunia berhutang budi pada Amerika karena telah berani membersihkan jalur perdagangan tersebut.
“Semua orang tahu bahwa mereka KALAH, dan KALAH BESAR!” tulis Trump mengenai posisi militer Iran saat ini.
Meski demikian Trump terlihat mulai menunjukkan sikap ambivalen terhadap hasil akhir dari proses negosiasi di Islamabad.
“Apakah kita membuat kesepakatan atau tidak, itu tidak ada bedanya bagi saya, karena kita sudah menang,” kata Trump kepada media.
Latar Belakang Krisis dan Dampak Global
Konflik terbuka antara Amerika Serikat bersama Israel melawan Iran meletus sejak akhir Februari 2026 yang lalu.
Penyebab utama perang ini adalah upaya Washington menghancurkan program nuklir serta membatasi kemampuan rudal jarak jauh Iran.
Selat Hormuz menjadi titik paling panas karena satu per lima pasokan minyak dan gas dunia mengalir melalui perairan sempit ini.
Blokade yang dilakukan Iran sebelumnya telah memicu krisis energi global dan kenaikan harga komoditas pangan secara signifikan.
Kini stabilitas dunia sangat bergantung pada apakah gencatan senjata dua minggu ini bisa berubah menjadi perdamaian permanen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah
-
Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas