News / Internasional
Minggu, 12 April 2026 | 07:04 WIB
Selat Hormuz (Zetong)
Baca 10 detik
  • AS dan Iran saling klaim atas kendali navigasi militer di Selat Hormuz yang strategis.

  • Negosiasi diplomatik tingkat tinggi di Islamabad masih terhambat perbedaan syarat kompensasi dan nuklir.

  • Donald Trump mengklaim kemenangan militer saat perang memasuki pekan keenam di tengah krisis energi.

Klaim saling silang di laut ini terjadi bersamaan dengan pertemuan diplomatik bersejarah yang berlangsung di Islamabad.

Wakil Presiden AS JD Vance bertemu langsung dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dalam negosiasi formal.

Ini merupakan komunikasi tingkat tertinggi antara kedua negara sejak pecahnya revolusi Islam pada akhir dekade tujuh puluhan.

Meski gencatan senjata sementara telah disepakati namun kedua pihak masih berselisih mengenai syarat-syarat perdamaian jangka panjang.

Isu mengenai kompensasi kerusakan perang dan status program nuklir Iran menjadi penghambat utama dalam meja perundingan.

Status Selat Hormuz Sebagai Senjata Diplomasi Iran

Iran berencana menerapkan tarif tol bagi setiap kapal yang melintas sebagai bentuk ganti rugi atas kerusakan perang.

Bagi Teheran Selat Hormuz bukan sekadar jalur air melainkan tuas penggerak untuk menekan kekuatan ekonomi Barat.

Namun bagi Amerika Serikat menyerahkan kendali selat tersebut kepada Iran dianggap sebagai sebuah kegagalan strategis.

Baca Juga: Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Analis militer melihat bahwa meskipun kekuatan tempur Iran menurun setelah enam minggu perang mereka tetap berbahaya.

Ancaman ranjau laut masih menjadi ketakutan utama bagi kapal-kapal tanker internasional yang ingin melintas di sana.

Presiden Donald Trump lewat media sosial miliknya justru mengklaim bahwa posisi Amerika sudah berada di atas angin.

Trump menyatakan bahwa seluruh dunia berhutang budi pada Amerika karena telah berani membersihkan jalur perdagangan tersebut.

“Semua orang tahu bahwa mereka KALAH, dan KALAH BESAR!” tulis Trump mengenai posisi militer Iran saat ini.

Meski demikian Trump terlihat mulai menunjukkan sikap ambivalen terhadap hasil akhir dari proses negosiasi di Islamabad.

Load More