News / Internasional
Minggu, 12 April 2026 | 10:51 WIB
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi (Antara)
Baca 10 detik
  • Iran klaim menang atas Amerika Serikat setelah bertahan selama empat puluh hari peperangan.

  • Sepuluh syarat gencatan senjata Iran resmi diterima sebagai dasar negosiasi di Islamabad.

  • Militer Iran berhasil melumpuhkan belasan pangkalan militer dan menembus sistem pertahanan Israel.

Setidaknya terdapat 17 pangkalan militer yang menjadi sasaran hingga sistem pertahanan udara Zionis dilaporkan mengalami kelumpuhan total.

Kemampuan Iran dalam mengirimkan proyektil ke kota-kota besar di Israel menjadi faktor penekan utama dalam konflik ini.

Hal ini menunjukkan bahwa jarak dan kecanggihan teknologi pertahanan lawan tidak lagi menjadi penghalang bagi militer Iran.

Ketabahan dalam menghadapi agresi bertubi-tubi membuat Iran berada pada posisi untuk mendikte jalannya proses perdamaian dunia.

Keberhasilan menahan serangan tersebut menjadi dasar kuat bagi Iran untuk mengajukan syarat-syarat yang sangat ketat.

“Syukur kepada Allah SWT karena pada hari ini, Republik Islam Iran meraih kemenangannya. Islam memperoleh kemenangan atas musuh-musuhnya,” ucap Dubes Iran menambahkan.

Sepuluh Syarat Permanen Gencatan Senjata

Kerangka kerja sepuluh poin ini menjadi syarat mutlak bagi Amerika Serikat jika ingin menghentikan eskalasi kekerasan.

Beberapa poin krusial mencakup pengakuan internasional atas hak Iran dalam melakukan pengayaan uranium secara mandiri.

Baca Juga: Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?

Iran juga menuntut pencabutan total seluruh sanksi ekonomi yang selama ini membebani rakyat dan pemerintahan mereka.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah tuntutan penarikan seluruh personel militer Amerika Serikat dari wilayah Timur Tengah.

Persyaratan ini juga mencakup penghentian total segala bentuk aksi permusuhan di seluruh lini, termasuk wilayah Lebanon.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, mengonfirmasi bahwa sepuluh poin tersebut telah diterima sebagai basis dialog.

Penerimaan kerangka kerja ini menjadi sinyal positif bagi masa depan stabilitas keamanan di wilayah kedaulatan Iran dan sekutunya.

"Iran selalu menyambut diplomasi dan dialog," katanya, seraya menegaskan bahwa negosiasi tidak boleh menjadi dalih untuk agresi baru.

Load More