-
AS dan Iran saling klaim atas kendali navigasi militer di Selat Hormuz yang strategis.
-
Negosiasi diplomatik tingkat tinggi di Islamabad masih terhambat perbedaan syarat kompensasi dan nuklir.
-
Donald Trump mengklaim kemenangan militer saat perang memasuki pekan keenam di tengah krisis energi.
Suara.com - Perebutan otoritas atas jalur navigasi paling vital di dunia yakni Selat Hormuz kini mencapai titik krusial.
Amerika Serikat melalui komando militernya secara terbuka menyatakan telah berhasil mengerahkan armada tempur melintasi wilayah tersebut.
Dikutip dari Al Jazeera, langkah ini diambil sebagai upaya paksa untuk menormalisasi arus perdagangan energi dunia yang sempat lumpuh total.
Klaim sepihak ini bertujuan menunjukkan pada dunia bahwa dominasi maritim kini berada di tangan Washington dan sekutunya.
Namun narasi kemenangan ini menemui tembok tebal berupa penolakan dari pihak Teheran yang merasa tetap berkuasa.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyebutkan dua kapal perusak mereka telah beroperasi di kawasan Teluk Arab.
Kapal USS Frank E Peterson dan USS Michael Murphy disebut telah menyisir ranjau laut yang dipasang pihak Iran.
Laksamana AS Brad Cooper menegaskan bahwa kehadiran kapal-kapal tempur tersebut merupakan momentum besar dalam perang ini.
“Hari ini, kami memulai proses pembangunan jalur lintasan baru, dan kami akan segera membagikan jalur aman ini kepada industri maritim untuk mendorong aliran bebas perdagangan,” ujar Cooper.
Baca Juga: Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
Bagi Amerika keberadaan jalur alternatif ini adalah solusi untuk memecah kebuntuan ekonomi akibat melonjaknya harga bahan bakar.
Penolakan Keras Militer Iran di Jalur StrategisDi sisi lain markas pusat militer Khatam al-Anbiya Iran langsung memberikan pernyataan balasan yang sangat keras.
Pihak Teheran menegaskan tidak ada satupun kapal perang asing yang bisa melintas tanpa izin resmi dari mereka.
“Klaim komandan CENTCOM mengenai pendekatan dan masuknya kapal-kapal Amerika ke Selat Hormuz dibantah keras,” tegas juru bicara militer Iran.
Pemerintah Iran bersikeras bahwa kontrol penuh atas pergerakan setiap kapal tetap berada di tangan angkatan bersenjata mereka.
“Inisiatif untuk lintasan dan pergerakan kapal apa pun ada di tangan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran,” tambah juru bicara tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah
-
Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas