-
Donald Trump mengancam China akan hadapi masalah besar jika memasok senjata kepada militer Iran.
-
Amerika Serikat mengklaim telah melumpuhkan kekuatan udara dan laut Iran secara total baru-baru ini.
-
Negosiasi damai antara JD Vance dan delegasi Iran berlangsung intens di Islamabad, Pakistan.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan ancaman diplomatik serius terhadap China jika terbukti memberikan bantuan persenjataan kepada Iran.
Langkah tegas ini diambil Washington setelah munculnya laporan intelijen yang mengendus rencana Beijing untuk memperkuat lini militer Teheran secara ilegal.
Dikutip dari New York Post, pemerintah Amerika Serikat memandang campur tangan China tersebut sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas global yang sedang diupayakan saat ini.
Trump menyatakan bahwa dominasi militer Amerika telah berhasil melumpuhkan kekuatan pertahanan Republik Islam Iran hingga pada level terendah.
Keberhasilan melumpuhkan aset strategis lawan menjadi modal utama Gedung Putih dalam menekan pengaruh Teheran di kawasan Timur Tengah.
Gedung Putih memberikan sinyal bahwa hubungan perdagangan dengan Beijing bisa terganggu jika mereka nekat membantu musuh Amerika Serikat.
Donald Trump secara terbuka memperingatkan risiko besar yang akan dihadapi oleh pemerintahan Xi Jinping dalam waktu dekat ini.
"Jika China melakukan itu, China akan menghadapi masalah besar," tegas Presiden Trump.
Posisi tawar Amerika Serikat saat ini dinilai berada di atas angin setelah serangkaian aksi militer yang melemahkan lawan.
Baca Juga: Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC
Washington merasa tidak perlu berkompromi dengan pihak manapun yang mencoba mengganggu peta kekuatan militer yang telah mereka bentuk.
Klaim Kemenangan Militer Mutlak Atas Iran
Presiden Trump memaparkan bahwa infrastruktur pertahanan Iran saat ini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan tidak berdaya.
Ia merinci bahwa negara tersebut tidak lagi memiliki kekuatan armada laut, sistem radar, maupun angkatan udara yang mumpuni.
Kehancuran struktur kepemimpinan dan militer tersebut dianggap sebagai bukti autentik kemenangan total Amerika Serikat dalam konflik berkepanjangan ini.
Oleh karena itu, intervensi negara lain seperti China dianggap sebagai tindakan yang hanya akan menambah komplikasi ekonomi bagi Beijing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Penembakan Pemuda Palestina di Deir Jarir Ungkap Eskalasi Brutalitas Pemukim Ilegal Israel
-
Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?
-
Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran
-
Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan
-
Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta