News / Internasional
Minggu, 12 April 2026 | 11:36 WIB
Negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad memanas akibat sengketa militer di Selat Hormuz. (Tanimnews)
Baca 10 detik
  • Iran dan Amerika Serikat berselisih tajam mengenai hak militer di wilayah Selat Hormuz.

  • Militer Iran mengancam akan menyerang kapal perang Amerika jika memasuki area Selat Hormuz.

  • Perundingan diplomatik di Islamabad terus berlanjut meski dibayangi ancaman konflik bersenjata di laut.

Informasi pergerakan kapal ini segera diteruskan kepada delegasi di Islamabad untuk disampaikan kepada pihak Amerika Serikat.

Ancaman serangan fisik secara terbuka disampaikan melalui perantara diplomatik Pakistan guna menghindari eskalasi yang lebih luas.

“Setiap upaya kapal perang untuk melintasi Selat Hormuz akan dicegah secara tegas. Angkatan Laut IRGC saat ini memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. Hanya kapal sipil yang diizinkan melintas dengan kondisi tertentu,” demikian pernyataan tersebut.

Teheran memberikan ultimatum bahwa kapal perang tersebut akan menjadi sasaran tembak jika nekat meneruskan perjalanan.

Waktu 30 menit diberikan sebagai batas toleransi sebelum tindakan militer diambil oleh pasukan penjaga pantai Iran.

Peringatan ini dimaksudkan agar proses negosiasi yang sedang berjalan tidak hancur akibat provokasi di lapangan.

Komposisi Delegasi Tingkat Tinggi

Dialog di Pakistan ini melibatkan tokoh-tokoh kunci dari struktur pemerintahan kedua negara yang saling bersitegang.

Delegasi Iran dipimpin langsung oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Baca Juga: Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz

Di pihak seberang, Wakil Presiden J.D. Vance memimpin delegasi Amerika Serikat bersama tokoh berpengaruh Jared Kushner.

Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan betapa krusialnya kesepakatan yang sedang diupayakan di meja perundingan.

Meskipun intensitas ketegangan tinggi, kedua belah pihak masih mencoba mencari titik temu dalam putaran ketiga.

Konfrontasi ini bermula dari pengumuman gencatan senjata sementara selama dua minggu oleh Presiden Donald Trump.

Selat Hormuz merupakan titik sumbat strategis yang dilalui sepertiga dari total perdagangan minyak bumi melalui laut.

Perselisihan mengenai siapa yang berhak mengontrol lalu lintas militer di sana telah berlangsung selama puluhan tahun.

Load More