-
Iran dan Amerika Serikat memperpanjang negosiasi damai di Islamabad untuk membahas sepuluh syarat.
-
Teheran mengklaim kemenangan militer memaksa pihak Amerika Serikat menerima kerangka kerja gencatan senjata.
-
Tuntutan utama Iran meliputi pengakuan hak uranium dan penarikan pasukan asing dari Timur Tengah.
Suara.com - Ketegangan panjang antara Iran dan Amerika Serikat kini beralih ke meja perundingan formal yang berlangsung di Islamabad.
Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa dialog diplomatik dengan delegasi Amerika Serikat resmi diperpanjang selama satu hari tambahan.
Dikutip dari Sputnik, langkah ini diambil guna mengakomodasi pembahasan mendalam mengenai poin-poin krusial yang masih menjadi ganjalan kedua pihak.
Meskipun atmosfer pertemuan diwarnai perbedaan pandangan yang tajam, kedua negara sepakat untuk tetap berada di jalur komunikasi.
Perpanjangan waktu ini menunjukkan adanya urgensi besar bagi kedua negara untuk menghindari eskalasi militer yang lebih luas.
Delegasi tingkat tinggi dikirim langsung untuk memastikan substansi dari sepuluh tuntutan dasar dapat dibahas secara tuntas.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memimpin rombongan besar yang terdiri dari para menteri dan pejabat keamanan.
Di barisan Iran, hadir pula Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi serta Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati untuk urusan ekonomi.
Pihak Amerika Serikat mengutus Wakil Presiden J.D. Vance sebagai pemimpin delegasi dalam misi perdamaian yang sangat krusial ini.
Baca Juga: Donald Trump Murka, China Akan Hadapi Masalah Besar Jika Nekat Pasok Senjata ke Iran
Tokoh kunci seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner juga terlihat mendampingi untuk memperkuat posisi tawar administrasi Donald Trump.
Klaim Kemenangan Diplomatik Teheran
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa posisi negaranya saat ini berada di atas angin.
"Negosiasi akan terus berlanjut meskipun terdapat sejumlah perbedaan," kata Mohammad Boroujerdi.
Boroujerdi menegaskan bahwa keberanian militer Iran selama empat puluh hari terakhir telah memaksa lawan menuju meja runding.
Keberhasilan menahan gempuran udara dan serangan siber dianggap sebagai modal utama dalam memaksakan agenda gencatan senjata tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah
-
Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas