-
Negosiasi nuklir antara AS dan Iran di Islamabad berakhir buntu tanpa ada kesepakatan resmi.
-
Penolakan Iran terhadap syarat nuklir AS mengancam pembukaan jalur energi Selat Hormuz.
-
JD Vance menegaskan posisi Washington tidak akan berkompromi terhadap pengembangan senjata nuklir Iran.
Suara.com - Kegagalan pencapaian kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad memperburuk risiko krisis energi global.
Ketiadaan titik temu dalam negosiasi maraton tersebut mengancam pembukaan kembali jalur vital Selat Hormuz.
Dikutip dari Guardian, kondisi ini diprediksi akan terus menekan harga minyak mentah di pasar internasional secara signifikan.
JD Vance meninggalkan lokasi perundingan tanpa membawa dokumen kesepakatan yang diharapkan mampu meredakan ketegangan.
Amerika Serikat menegaskan tetap pada posisi keras terkait penghentian total ambisi nuklir Teheran.
Vance mengungkapkan bahwa Iran tidak bersedia menerima poin-poin krusial yang diajukan oleh pihak Washington.
Isi kesepakatan tersebut mencakup komitmen tegas untuk tidak membangun atau mengembangkan senjata nuklir.
“Berita buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan, dan menurut saya itu adalah berita buruk bagi Iran lebih dari sekadar berita buruk bagi Amerika Serikat,” kata Vance.
Penolakan Teheran terhadap syarat Amerika Serikat membuat delegasi pimpinan JD Vance memutuskan untuk pulang.
Baca Juga: Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah
Sikap keras kepala dalam meja perundingan ini dianggap sebagai kerugian besar bagi stabilitas keamanan regional.
Posisi Tegas Washington dan Garis Merah
Vance memastikan bahwa batas-batas kebijakan luar negeri Amerika Serikat telah disampaikan secara transparan kepada Iran.
“Jadi kita kembali ke Amerika Serikat dengan tidak menghasilkan kesepakatan. Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa garis merah kami,” tegas Vance.
Selama proses negosiasi, Vance mengaku terus melakukan koordinasi intensif dengan Presiden Donald Trump.
Setidaknya terdapat enam kali komunikasi langsung antara Vance dan Trump untuk membahas dinamika di ruang rapat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi