- Ketua Komisi Keamanan Nasional Iran, Ebrahim Azizi, berencana memberlakukan pungutan bagi setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz pada April 2026.
- Delegasi Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan damai dalam perundingan yang berlangsung di Islamabad pada Sabtu, 11 April.
- Kegagalan perundingan tersebut berdampak langsung pada aktivitas pelayaran, menyebabkan sejumlah kapal tanker minyak memutuskan berbalik arah di perairan.
Suara.com - Iran berencana memberlakukan pungutan bagi setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz, demikian disampaikan Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, Minggu (12/4/2026).
"Pemerintah harus menetapkan sistem pengelolaan dan pengendalian untuk Selat Hormuz dan Teluk Persia. Setiap kapal yang ingin masuk berdasarkan kepentingan nasional Iran harus membayar pungutan," ujar Azizi kepada media RT.
Terkait perundingan antara delegasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan, Azizi menilai Washington justru lebih membutuhkan kesepakatan damai dibandingkan Teheran.
Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak mempercayai Amerika Serikat dan menganggap negara tersebut tidak layak dipercaya.
Perundingan antara kedua negara digelar di Islamabad pada Sabtu (11/4) setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Teheran.
Namun, Wakil Presiden AS, J.D. Vance, yang memimpin delegasi negaranya, menyatakan bahwa pembicaraan panjang tersebut berakhir tanpa kesepakatan, dan rombongan AS kembali tanpa hasil.
Sementara itu, laporan Bloomberg menyebutkan bahwa dampak kegagalan perundingan langsung terasa di jalur pelayaran.
Dua kapal tanker minyak besar, Agios Fanourios I yang menuju Irak serta Shalamar berbendera Pakistan yang menuju Uni Emirat Arab, dilaporkan berbalik arah. Sedangkan satu kapal lainnya, Mombasa B kelas Aframax, tetap melanjutkan perjalanan.
(Antara)
Baca Juga: Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!
Berita Terkait
-
Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!
-
Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang
-
Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran
-
Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan
-
Trump Ucap 'Alhamdulillah': Klaim Iran Kalah dan Proses Pembersihan Hormuz Dimulai
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari
-
Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan
-
Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas
-
Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!
-
Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi
-
Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!
-
Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang
-
Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!
-
Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!
-
Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran