- Kardinal Robert McElroy mendesak umat Katolik Amerika Serikat melakukan aksi politik guna menghentikan perang amoral melawan Iran.
- Paus Leo XIV mengecam tindakan militer Amerika Serikat di Timur Tengah melalui berbagai pernyataan publik dan media sosial.
- Pemerintah Amerika Serikat menegur Vatikan atas kritik keras terhadap kebijakan perang yang dilancarkan oleh Presiden Donald Trump.
Suara.com - Umat Katolik Amerika Serikat diminta untuk mulai bergerak secara politik untuk menghentikan "perang amoral" yang terjadi antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di Timur Tengah.
Kardinal Robert McElroy, Uskup Agung Washington dan juga sahabat dekat Paus Leo XIV, mendesak umat Katolik Amerika Serikat untuk mulai bergerak secara politik untuk menghentikan perang yang kini sedang dalam fase gencatan senjata. Berdoa saja, kata McElroy, tidak cukup.
Imbauan ini disampaikan ketika Paus Leo XIV, paus pertama asal Amerika Serikat, sedang mengecam perang yang dilancarkan Donald Trump di Iran. Sementara Departemen Pertahanan AS dikabarkan memanggil Duta Besar Vatikan untuk AS untuk memperingatkan agar negara kecil di tengah Kota Roma itu berhenti mengkritik AS.
"Sebagai warga negara dan umat beriman di tengah negara demokrasi yang sangat kita syukuri, kita harus memperjuangkan perdamaian bersama para anggota perwakilan kita di parlemen dan para pemimpin kita," tegas McElroy dilansir dari The Guardian, Minggu (12/4/2026).
"Berdoa saja tidak cukup. Kita juga harus bergerak. Karena negosiasi sepertinya akan gagal karena sikap saling permusuhan dua pihak dan presiden kita akan kembali masuk ke perang amoralnya," lanjut McElroy.
"Di persimpangan jalan kritis ini, sebagai murid-murid Yesus dipanggil untuk menjadi juru damai di dunia, kita harus menjawab dengan lantang: Tidak! Tidak atas nama kami! Tidak saat ini. Dan jangan melibatkan negara kami!" ajak McElroy.
Sebelumnya Paus Leo XIV telah beberapa kali mengecam perang di Timur Tengah lewat kotbah di mimbar gereja, lewat cuitan di X hingga dalam wawancara dengan para wartawan.
Pada Sabtu kemarin Paus Leo, dalam doa petang di Basilika St Petrus, Vatikan mengatakan bahwa berdoa untuk perdamaian adalah "benteng pertahanan menghadapi delusi akan kekuasaan tanpa batas yang mengelilingi kita dan yang menjadi semakin tidak bisa diprediksi serta agresif."
Ia melanjutkan bahwa "Sekarang bahkan nama Allah yang kudus, Allah yang hidup, diseret-seret ke diskursus kematian."
Baca Juga: Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang
Paus belakangan semakin sering mengkritik AS, terutama ketika Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang sering membawa-bawa agama ketika berbicara soal perang di Iran. Hegseth sering menutup presentasinya tentang perang di Iran dengan doa.
Paus Leo mendesak para pemimpin dunia untuk berhenti berperang dan mulai mencari jalan damai untuk memecahkan perbedaan.
"Kami memohon, hentikan! Saatnya untuk perdamaian. Duduklah di meja dialog dan mediasi, bukan di meja tempat perencanaan perang dibahas dan aksi mematikan diputuskan. Stop memberhalakan ego dan uang. Stop memamerkan kekuasaan! Stop perang! Kekuatan yang sesungguhnya digunakan untuk melayani hidup," lanjut Paus.
Sementara pada Jumat, Paus Leo mengirim dua cuitan di X yang isinya mengecam perang di Iran dan viral di bahas di media sosial.
"Allah tidak memberkati konflik apa pun. Siapa pun yang menjadi murid Kristus, sang Raja Damai, tidak akan pernah berpihak pada mereka yang menghunus pedang dan menjatuhkan bom. Tindakan militer tidak akan menciptakan ruang bagi kebebasan atau masa damai, yang hanya datang dari promosi koeksistensi yang sabar dan dialog antarbangsa," cuit Leo.
"Kekerasan yang absurd dan tidak manusiawi menyebar di tempat-tempat suci di Kekristenan Timur. Perang dan kebrutalan bisnis menodai tempat-tempat itu, menghancurkan hidup manusia yang hanya dianggap sebagai korban sampingan demi kepentinga. Tapi ingat, tak ada raihan yang setara dengan hidup orang-orang yang paling lemah, anak-anak atau keluarga. Tak ada alasan yang membenarkan penumpahan darah orang-orang tak bersalah," tulis Leo.
Berita Terkait
-
Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan
-
Trump Ucap 'Alhamdulillah': Klaim Iran Kalah dan Proses Pembersihan Hormuz Dimulai
-
Saat AS dan Iran Negosiasi, Donald Trump Justru Asyik Nonton UFC di Miami
-
Iran-AS Gagal Sepakat saat Negoisasi: UFC, Trump, dan Vance Trending Global di X
-
21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin
-
Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025
-
Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas
-
8 Fakta Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan, Korban Disebut Mencapai Puluhan
-
Terkuak! Sebelum Tewas Dihantam Selebgram Woodyrman, WN Brunei Sempat Kirim VN Tantangan Berkelahi
-
Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya
-
Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark Ikut Jadi Perbincangan di Australia
-
Ungkit UU, Habiburokhman Sebut 1.098 Sapi Kurban Presiden Pakai Dana APBN Sah Secara Syari
-
Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI
-
Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari