- Juru Bicara Kemenlu Iran Esmaeil Baqaei menyatakan perundingan dengan Amerika Serikat di Pakistan berakhir tanpa mencapai kesepakatan formal.
- Tingginya ketidakpercayaan serta kompleksitas isu strategis seperti program nuklir dan konflik kawasan menghambat progres negosiasi tersebut.
- Diplomasi masa depan bergantung pada keseriusan pihak lawan dalam menghormati kepentingan sah Iran serta penghentian tuntutan yang berlebihan.
Suara.com - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa tidak tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat dalam satu hari perundingan merupakan hal yang wajar.
Dalam pernyataannya kepada televisi pemerintah Iran, Baqaei mengungkapkan bahwa tingkat ketidakpercayaan antara kedua pihak masih sangat tinggi, terutama setelah konflik yang terjadi baru-baru ini.
“Pembicaraan ini diadakan dalam suasana yang didominasi bukan hanya oleh ketidakpercayaan, tetapi juga oleh keraguan dan kecurigaan, setelah perang 40 hari yang untuk kedua kalinya dalam sembilan bulan dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel,” katanya.
“Oleh karena itu, wajar jika tidak ada kesepakatan yang dicapai dalam satu pertemuan. Bagaimanapun, tidak ada yang memiliki ekspektasi seperti itu,” tambahnya.
Ia juga menyoroti kompleksitas isu yang dibahas dalam perundingan, termasuk persoalan Selat Hormuz serta dinamika kawasan yang membuat proses negosiasi menjadi semakin rumit.
Meski diakui terdapat kemajuan dalam beberapa aspek, perbedaan pandangan pada sejumlah poin krusial masih menjadi penghambat tercapainya kesepakatan dengan Washington.
Baqaei tidak memberikan kepastian terkait kemungkinan dilanjutkannya putaran negosiasi berikutnya.
Secara terpisah, melalui platform X, ia menyebutkan bahwa dalam 24 jam terakhir pembahasan mencakup berbagai isu utama, seperti Selat Hormuz, program nuklir, reparasi perang, pencabutan sanksi, hingga penghentian konflik secara menyeluruh terhadap Iran dan kawasan.
“Keberhasilan proses diplomatik ini bergantung pada keseriusan dan itikad baik pihak lawan, menahan diri dari tuntutan tidak mengajukan tuntutan berlebihan dan permintaan yang melanggar hukum, serta menerima hak dan kepentingan sah Iran,” tambahnya.
Baca Juga: Saat AS dan Iran Negosiasi, Donald Trump Justru Asyik Nonton UFC di Miami
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pakistan atas peran dan upaya dalam memfasilitasi perundingan tersebut.
Sementara itu, Kantor Berita Mehr melaporkan bahwa delegasi Iran telah meninggalkan Pakistan setelah perundingan yang berlangsung sekitar 21 jam itu berakhir tanpa kesepakatan.
(Antara)
Berita Terkait
-
Saat AS dan Iran Negosiasi, Donald Trump Justru Asyik Nonton UFC di Miami
-
Iran-AS Gagal Sepakat saat Negoisasi: UFC, Trump, dan Vance Trending Global di X
-
21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan
-
3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan
-
Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural
-
Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!
-
Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!
-
Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?
-
Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%
-
Harga Plastik Melonjak Hingga 80 Persen, Gubernur Pramono Ajak UMKM Kembali ke Daun Pisang
-
Saat AS dan Iran Negosiasi, Donald Trump Justru Asyik Nonton UFC di Miami
-
Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!
-
21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan
-
Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas