- Perdana Menteri Mark Carney menegaskan Kanada akan mengakhiri ketergantungan militer terhadap Amerika Serikat melalui kebijakan kemandirian industri pertahanan.
- Pemerintah Kanada memprioritaskan penggunaan material serta tenaga kerja domestik guna memperkuat ekonomi nasional di tengah ancaman tarif Amerika.
- Kanada akan menjalin kerja sama pertahanan dengan Uni Eropa dan Inggris untuk melipatgandakan ekspor non-Amerika dalam satu dekade.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Kanada di pasar global sekaligus mengurangi risiko ketergantungan ekonomi.
Namun, kebijakan tersebut mendapat kritik dari Kantor Perwakilan Dagang AS yang menyebutnya sebagai gangguan perdagangan.
Meski begitu, Ottawa tetap melanjutkan langkahnya untuk memperkuat kemandirian nasional di sektor strategis.
Sementara itu, senator Partai Republik Amerika Serikat, Kevin Cramer, yang dikenal sebagai pendukung setia Presiden Donald Trump mendorong menginisiasi resolusi di Senat yang menegaskan hubungan AS-Kanada sebagai kemitraan ekonomi dan keamanan yang tak tergantikan.
Menurutnya, kedekatan dengan Trump justru memberinya ruang untuk menyampaikan perbedaan pandangan.
“Saya sering berbicara dengannya dan menyampaikan pendapat. Biasanya dia marah, lalu kami lanjutkan,” katanya dilansir dari National Post.
Meski mendukung Kanada, Cramer tetap mengkritik sejumlah sikap politik di negara tersebut.
Cramer menyebut mantan Perdana Menteri Justin Trudeau sebagai sosok yang menyebalkan dan berkontribusi pada memburuknya hubungan dengan Trump.
Baca Juga: Donald Trump Perintahkan CENTCOM Cegat Semua Kapal di Selat Hormuz: Hancurkan Iran!
Berita Terkait
-
Donald Trump Perintahkan CENTCOM Cegat Semua Kapal di Selat Hormuz: Hancurkan Iran!
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup
-
Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan
-
Iran Ngotot Pungut Biaya di Selat Hormuz, PBB: Pelanggaran Hukum Internasional
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
-
DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main
-
Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita
-
Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet
-
Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya
-
Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin
-
Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025
-
Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas
-
8 Fakta Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan, Korban Disebut Mencapai Puluhan