- Kaesang menanggapi kritik Jusuf Kalla terhadap pemerintahan Prabowo Subianto pada Senin, 13 April 2026 di Indonesia.
- Kaesang menyayangkan kritik yang berpotensi memicu kegaduhan publik dan berharap tokoh bangsa mengedepankan narasi membangun kepercayaan.
- Ia menegaskan pentingnya persatuan serta kerja sama seluruh pihak untuk memberikan solusi nyata dalam menghadapi tantangan nasional.
Suara.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, angkat bicara menanggapi kritik terbuka yang dilontarkan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Meski memandang kritik sebagai bagian dari demokrasi, Kaesang menyayangkan jika narasi yang dilempar justru berpotensi memicu polemik di tengah masyarakat.
“Dalam demokrasi, kritik adalah hal biasa. Tapi yang kita butuhkan saat ini adalah suasana yang menenangkan, bukan pernyataan-pernyataan yang dapat menimbulkan kegaduhan,” ujar Kaesang dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).
Kaesang mengajak para tokoh bangsa untuk lebih mengedepankan narasi yang membangun kepercayaan publik ketimbang melakukan manuver politik.
Menurutnya, kepastian dan solusi adalah hal yang paling dinantikan masyarakat saat ini dari para pemimpin mereka.
“Indonesia hari ini tidak membutuhkan manuver politik untuk saling melemahkan. Yang dibutuhkan adalah persatuan dan kerja sama, bahu membahu bersama rakyat untuk mengatasi berbagai tantangan,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin di Moskow, Seskab Teddy Ungkap Agendanya
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas
-
Kisah Haru Prabowo di Munas IPSI, 34 Tahun Mengabdi Kembangkan Pencak Silat
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet
-
Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya
-
Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin
-
Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025
-
Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas
-
8 Fakta Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan, Korban Disebut Mencapai Puluhan
-
Terkuak! Sebelum Tewas Dihantam Selebgram Woodyrman, WN Brunei Sempat Kirim VN Tantangan Berkelahi
-
Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya
-
Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark Ikut Jadi Perbincangan di Australia
-
Ungkit UU, Habiburokhman Sebut 1.098 Sapi Kurban Presiden Pakai Dana APBN Sah Secara Syari