News / Nasional
Senin, 13 April 2026 | 12:20 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Jakarta. [Suara.com/Lilis Varwati]
Baca 10 detik
  • Mensos Gus Ipul akan menyalurkan bansos PKH dan BPNT triwulan kedua tahun 2026 mulai pertengahan bulan ini.
  • Penyaluran dana dilakukan melalui Himbara dan PT Pos Indonesia setelah finalisasi data DTSEN oleh Kemensos bersama BPS.
  • BPS memperbarui data DTSEN untuk memastikan bansos triwulan kedua lebih tepat sasaran dibandingkan periode triwulan pertama sebelumnya.

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul memastikan bansos reguler triwulan kedua tahun 2026 akan mulai disalurkan pada pertengahan bulan ini. Saat ini, Kemensos bersama Badan Pusat Statistik (BPS) masih lakukan proses finalisasi penerima bansos melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). 

Data tersebut kemudian diserahkan kepada Kementerian Keuangan untuk menyiapkan anggaran bansos tersebut.

"Setelah selesai dari Kementerian Keuangan kita akan salurkan melalui dua jalur. Satu lewat Himbara, yang kedua lewat PT Pos Indonesia. Mudah-mudahan di minggu ketiga sudah bisa mulai salur, Insyaallah, mudah-mudahan," kata Gus Ipul dalam konferensi pers bersama BPS di Jakarta, Senin (13/4/2026). 

Ada pun bansos yang akan disalurkan ialah Program Keluarga Harapan (PKH) berupa uang tunai dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa sembako. 

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memastikan bahwa bansos triwulan kedua ini bisa lebih tepat sasaran. Sebelumnya, pada bansos reguler triwulan pertama 2026, masih ada lebih dari 11 ribu penerima bansos yang tidak tepat sasaran. 

Angka tersebut ditemukan dari hasil pembaruan DTSEN yang rutin dilakukan BPS. 

"Dari hasil pemutakhiran DTSEN versi kedua ini kami menemukan adanya inclusion error yang hanya 11.014 atau sebesar 0,06 persen dari penerima bansos triwulan satu, di mana total penerima bansos triwulan satu adalah sebesar 18,15 juta keluarga," tuturnya.

Dalam pertemuan dengan Mensos hari ini, Amalia menuturkan bahwa pihaknya telah menyerahkan data terbaru DTSEN yang akan menjadi basis dari Kemensos untuk menyalurkan bansos reguler triwulan dua. Ia menyebutkan, data terbaru itu dipastikan bisa membuat bansos jadi tepat sasaran.

"Yang jelas DTSEN semakin rapi, semakin solid karena kami bisa sudah nanti membersihkan masyarakat yang tadinya menerima bansos namun kami cermati semestinya dia adalah orang-orang yang tidak perlu menerima bansos," ucap Amalia.

Baca Juga: PKH Tahap 2 Cair Mulai April 2026, Begini Cara Cek Bansos via Online dan Penerimanya

Load More