- Mensos Gus Ipul akan menyalurkan bansos PKH dan BPNT triwulan kedua tahun 2026 mulai pertengahan bulan ini.
- Penyaluran dana dilakukan melalui Himbara dan PT Pos Indonesia setelah finalisasi data DTSEN oleh Kemensos bersama BPS.
- BPS memperbarui data DTSEN untuk memastikan bansos triwulan kedua lebih tepat sasaran dibandingkan periode triwulan pertama sebelumnya.
Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul memastikan bansos reguler triwulan kedua tahun 2026 akan mulai disalurkan pada pertengahan bulan ini. Saat ini, Kemensos bersama Badan Pusat Statistik (BPS) masih lakukan proses finalisasi penerima bansos melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data tersebut kemudian diserahkan kepada Kementerian Keuangan untuk menyiapkan anggaran bansos tersebut.
"Setelah selesai dari Kementerian Keuangan kita akan salurkan melalui dua jalur. Satu lewat Himbara, yang kedua lewat PT Pos Indonesia. Mudah-mudahan di minggu ketiga sudah bisa mulai salur, Insyaallah, mudah-mudahan," kata Gus Ipul dalam konferensi pers bersama BPS di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Ada pun bansos yang akan disalurkan ialah Program Keluarga Harapan (PKH) berupa uang tunai dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa sembako.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memastikan bahwa bansos triwulan kedua ini bisa lebih tepat sasaran. Sebelumnya, pada bansos reguler triwulan pertama 2026, masih ada lebih dari 11 ribu penerima bansos yang tidak tepat sasaran.
Angka tersebut ditemukan dari hasil pembaruan DTSEN yang rutin dilakukan BPS.
"Dari hasil pemutakhiran DTSEN versi kedua ini kami menemukan adanya inclusion error yang hanya 11.014 atau sebesar 0,06 persen dari penerima bansos triwulan satu, di mana total penerima bansos triwulan satu adalah sebesar 18,15 juta keluarga," tuturnya.
Dalam pertemuan dengan Mensos hari ini, Amalia menuturkan bahwa pihaknya telah menyerahkan data terbaru DTSEN yang akan menjadi basis dari Kemensos untuk menyalurkan bansos reguler triwulan dua. Ia menyebutkan, data terbaru itu dipastikan bisa membuat bansos jadi tepat sasaran.
"Yang jelas DTSEN semakin rapi, semakin solid karena kami bisa sudah nanti membersihkan masyarakat yang tadinya menerima bansos namun kami cermati semestinya dia adalah orang-orang yang tidak perlu menerima bansos," ucap Amalia.
Baca Juga: PKH Tahap 2 Cair Mulai April 2026, Begini Cara Cek Bansos via Online dan Penerimanya
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Polemik Ceramah JK di UGM, GAMKI Ancam Lapor ke Polisi karena Dinilai Singgung Umat Kristen
-
Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya Garapan Waskita Karya Progressnya Baik
-
Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan
-
Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!
-
Dinilai Lebih Cepat dan Presisi, Bagaimana Teknologi AI BRIN Bantu Petakan Pesisir Pantura?
-
Diancam Trump Bakal Dikirim ke Neraka, Iran Siapkan 'Pusaran Maut' di Selat Hormuz
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Ekstrem di Jabodetabek Hingga 17 April
-
Sindiran Telak Mark Carney ke Trump, Kanada Perkuat Gerakan Boikot Produk AS
-
Sinergi BNI dan Pemerintah Dorong Hunian Layak serta Ekonomi Rakyat di Manado
-
Kisah Anak-anak Iran di Tengah Perang: Aku Stres Banyak Suara Ledakan, Berlindung Agar Tak Terbunuh