-
Kelompok HAYI diduga menjadi alat proksi Iran untuk menyerang aset Barat di Eropa.
-
Pakar menemukan bukti koordinasi digital yang kuat antara serangan fisik dan propaganda daring.
-
Keamanan Eropa diperketat akibat meningkatnya ancaman terhadap komunitas Yahudi dan diplomatik Israel.
“Untuk saat ini, kita masih dalam ranah spekulasi. Namun ada sinyal kuat bahwa ini bisa dibantu oleh negara asing, dan Iran akan menempati urutan teratas dalam daftar pesaing potensial,” tegas Renard.
Fokus serangan kini bergeser secara nyata menyasar fasilitas komunitas Yahudi, diplomatik Israel, dan aset ekonomi Amerika Serikat.
Martha Turnbull dari Hybrid CoE menyoroti tren peningkatan ancaman yang sangat signifikan dalam dua tahun terakhir.
“Selama dua tahun terakhir, ancaman yang terkait dengan Iran terhadap Eropa telah tumbuh secara signifikan,” ungkap Martha Turnbull.
Ia mencatat bahwa rezim tersebut terus menargetkan para pembangkang, diaspora, serta situs-situs sensitif milik Israel di Eropa.
“Serangan-serangan ini telah menunjukkan fokus berkelanjutan dari rezim Iran terhadap para pembangkang, diaspora Iran, dan, baru-baru ini, target Yahudi dan Israel,” tambah Turnbull.
Respons Tegas Otoritas Keamanan Uni Eropa
Meskipun terdapat gencatan senjata antara AS dan Iran, badan intelijen Belgia tetap menetapkan status siaga tingkat tinggi.
Europol memperingatkan adanya risiko serangan skala kecil yang bersifat oportunistik dari aktor-aktor tunggal yang teradikalisasi.
Baca Juga: Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz
“Iran telah menunjukkan di masa lalu kapasitasnya untuk melakukan—secara langsung atau melalui proksi—operasi di Eropa terhadap kepentingan Israel, Yahudi, Amerika, atau terhadap oposisi di pengasingan,” lapor Unit Koordinasi Analisis Ancaman Belgia kepada CNN.
Di Inggris, pemerintah menegaskan tidak akan berkompromi dengan aktivitas jahat yang mengancam keselamatan warga sipil di wilayahnya.
“Pemerintah ini menganggap serius ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Iran dan mereka yang melakukan perintahnya, dan kami memiliki langkah-langkah kuat untuk melawan aktivitas jahat apa pun,” ujar juru bicara Kantor Dalam Negeri Inggris.
Ketegangan ini bermula dari serangkaian insiden kekerasan termasuk pembakaran ambulans di London dan ledakan di depan sinagoga di Rotterdam.
HAYI pertama kali terdeteksi di platform Telegram pada 9 Maret 2024, tanpa memiliki rekam jejak aktivitas fisik maupun digital sebelumnya.
Penyelidikan saat ini difokuskan pada perangkat elektronik para tersangka yang ditangkap untuk membedah jaringan komunikasi di balik layar.
Operasi hibrida ini dianggap sebagai 'normalitas baru' dalam konflik geopolitik modern yang mengandalkan biaya rendah namun berdampak besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban
-
Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung
-
PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik