News / Internasional
Senin, 13 April 2026 | 16:26 WIB
Selat Hormuz (Instagram)
Baca 10 detik
  • Donald Trump memerintahkan blokade laut total terhadap Iran setelah perundingan nuklir di Islamabad gagal.

  • Militer Amerika Serikat disiagakan dalam posisi siap tempur untuk menjaga keamanan navigasi Selat Hormuz.

  • Kebijakan blokade ini memicu kekhawatiran atas kenaikan harga minyak dan stabilitas ekonomi global mendatang.

Kondisi ini menciptakan dilema besar bagi negara-negara konsumen minyak besar, terutama China, yang sangat bergantung pada pasokan Iran.

Senator Mark Warner dari Partai Demokrat mempertanyakan efektivitas blokade dalam membuka kembali akses jalur internasional yang tersumbat.

"Saya tidak memahami bagaimana memblokade selat itu akan mendorong Iran untuk membukanya kembali," kritik Warner dalam wawancara resminya.

Namun, anggota Kongres Mike Turner menilai kebijakan ini sebagai instrumen paksa agar semua pihak kembali ke meja perundingan.

"Presiden, dengan mengatakan bahwa kami tidak akan begitu saja membiarkan mereka menentukan siapa yang boleh melintas, jelas sedang memanggil seluruh sekutu dan semua pihak untuk duduk di meja perundingan," ujar Turner.

"Masalah ini perlu ditangani," tambahnya mengenai urgensi penyelesaian krisis di kawasan Timur Tengah tersebut.

Pertaruhan Ekonomi di Tengah Konflik

Trump tetap optimis bahwa ekonomi Amerika Serikat sanggup bertahan meski harga minyak dunia berisiko melonjak akibat blokade.

Ia meyakini bahwa pada akhirnya Iran akan menyerah dan memberikan segala tuntutan yang diminta oleh pihak Washington.

Baca Juga: Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat

"Iran pada akhirnya akan memberikan kepada AS 'segala sesuatu' yang diinginkannya," kata Trump dengan penuh percaya diri.

Keyakinan ini merupakan pertaruhan besar mengingat pemilihan paruh waktu (midterm) akan segera digelar pada bulan November mendatang.

Kegagalan dalam kalkulasi ekonomi dapat berakibat fatal bagi dukungan politik Partai Republik di tingkat domestik.

Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran ini telah memasuki bulan kedua tanpa tanda-tanda deeskalasi yang permanen.

Awalnya, kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan untuk memberi ruang bagi proses diplomasi formal.

Namun, kegagalan di Islamabad memicu Trump untuk kembali menggunakan kekuatan militer dan tekanan ekonomi melalui jalur maritim.

Load More