- Panglima Militer Uganda, Jenderal Muhoozi Kainerugaba, menuntut pemerintah Turki membayar USD1 miliar dan memberikan seorang perempuan dalam 30 hari.
- Tuntutan tersebut disampaikan melalui media sosial pada 11 April 2026 sebagai kompensasi atas stabilitas keamanan di Somalia yang dijaga Uganda.
- Muhoozi mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik, mengusir kedutaan Turki, serta melarang operasional Turkish Airlines jika permintaannya tidak segera dipenuhi.
"Jika Turki tidak menangani masalah kami, Uganda akan memutuskan hubungan diplomatik dalam waktu 30 hari," ancamnya.
Panglima militer yang sering disebut sebagai calon kuat penerus ayahnya ini, juga mendesak seluruh warga Uganda untuk menghindari perjalanan ke Turki demi keamanan mereka sendiri.
Ia menekankan, hubungan diplomatik ini harus ditanggapi dengan serius dan bukan sekadar permainan media sosial.
"Lupakan permainan Twitter. Kami akan segera menutup hubungan diplomatik dengan mereka. Siapa yang butuh teman yang terus menusuk Anda dari belakang," tambahnya dalam unggahan lain.
Rekam Jejak Kontroversial: Dari PM Italia hingga Serangan ke Kenya
Ini bukan kali pertama Jenderal Muhoozi Kainerugaba memicu kontroversi global, dengan tuntutan yang dianggap seksis dan aneh.
Pada tahun 2022, ia sempat menggemparkan dunia setelah menawarkan 100 ekor sapi Ankole—yang ia sebut sebagai sapi tercantik di dunia—kepada Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, sebagai mas kawin untuk melamarnya.
Kala itu, Muhoozi bahkan mengancam akan melakukan invasi ke Roma jika tawarannya ditolak.
"Jika orang Romawi menolak sapi kami, itu berarti kami harus merebut Roma. Itu akan memakan waktu beberapa hari bagi kami untuk melakukannya," ujarnya saat itu.
Baca Juga: Dari Istanbul yang Dinamis hingga Antalya yang Hangat: Intip Wajah Wisata Turki Tahun Ini
Tak hanya Italia, negara tetangga seperti Kenya pun pernah menjadi sasaran gertakannya. Muhoozi pernah mengeklaim bahwa pasukannya hanya butuh waktu dua minggu untuk menaklukkan Nairobi.
Aksi tersebut membuat ayahnya, Presiden Museveni, harus turun tangan meminta maaf secara resmi kepada publik dan mencopot Muhoozi sementara dari jabatannya.
Dukungan Terbuka untuk Israel
Di tengah ketegangannya dengan Turki, Muhoozi secara mengejutkan juga menyatakan dukungan militer penuh kepada Israel.
Hal ini dipandang sebagai manuver politik untuk menarik dukungan dari pihak Barat atau justru memperkeruh polarisasi di kawasan.
"Saya siap mengerahkan 100.000 tentara Uganda ke Israel, di bawah komando saya," tulisnya.
Hingga saat ini, baik pemerintah Turki maupun pejabat Somalia belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuntutan nyeleneh sang jenderal.
Otoritas Uganda pun belum memberikan klarifikasi, apakah pernyataan tersebut mencerminkan sikap resmi negara atau sekadar opini pribadi seorang panglima militer yang haus perhatian.
Namun, dengan posisinya yang sangat kuat di lingkaran kekuasaan Uganda, ancaman ini tetap menjadi perhatian serius bagi korps diplomatik internasional.
Tag
Berita Terkait
-
Dari Istanbul yang Dinamis hingga Antalya yang Hangat: Intip Wajah Wisata Turki Tahun Ini
-
Turki Kecam Israel yang Rusak Semua Upaya Akhiri Konflik Timteng
-
Kronologis Penyerangan Konsulat Israel di Istanbul: Satu Pelaku Tewas Tertembak
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Bumerang Perangi Iran: Israel Terancam Kehilangan Miliaran Dolar Akibat Manuver Turki
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra