News / Internasional
Senin, 13 April 2026 | 19:29 WIB
Kolase foto Presiden Turki Erdogan (kiri) dan Panglima Militer Uganda Jenderal Muhoozi Kainerugab (kanan). [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Panglima Militer Uganda, Jenderal Muhoozi Kainerugaba, menuntut pemerintah Turki membayar USD1 miliar dan memberikan seorang perempuan dalam 30 hari.
  • Tuntutan tersebut disampaikan melalui media sosial pada 11 April 2026 sebagai kompensasi atas stabilitas keamanan di Somalia yang dijaga Uganda.
  • Muhoozi mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik, mengusir kedutaan Turki, serta melarang operasional Turkish Airlines jika permintaannya tidak segera dipenuhi.

Suara.com - Jagat diplomasi internasional kembali diguncang oleh aksi kontroversial Panglima Militer Uganda, Jenderal Muhoozi Kainerugaba. Putra Presiden petahana Yoweri Museveni ini melontarkan tuntutan yang tidak lazim kepada pemerintah Turki.

Dikutip dari India Today, Senin (13/4/2026), dia meminta uang tunai sebesar USD1 miliar atau sekitar Rp15,8 triliun, dan seorang perempuan tercantik dari negara tersebut untuk dijadikan istrinya.

Tuntutan aneh ini disampaikan Muhoozi melalui serangkaian unggahan di platform media sosial X pada Sabtu, 11 April 2026.

Tidak main-main, sang jenderal memberikan tenggat waktu selama 30 hari kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk memenuhi permintaan tersebut.

Jika gagal, ia mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik secara total, termasuk mengusir Kedutaan Besar Turki dari ibu kota Uganda, Kampala.

Motif di Balik Tuntutan 'Dividen Keamanan'

Bagi Muhoozi, tuntutan uang USD1 miliar tersebut bukanlah tanpa alasan. Ia menuding Turki telah meraup keuntungan besar dari berbagai proyek infrastruktur, pengelolaan pelabuhan, hingga bandara di Mogadishu, Somalia.

Sementara itu, Uganda telah memikul beban keamanan yang berat selama hampir dua dekade dalam memerangi kelompok militan Al-Shabab, yang berafiliasi dengan Al-Qaeda melalui misi Uni Afrika.

"Selain USD1 miliar dari Turki, saya menginginkan wanita tercantik di negara itu untuk menjadi istri!" tulis salah satu unggahan Muhoozi di akun X miliknya.

Baca Juga: Dari Istanbul yang Dinamis hingga Antalya yang Hangat: Intip Wajah Wisata Turki Tahun Ini

Ia menilai Turki telah "menusuk dari belakang", dengan memanen hasil ekonomi di Somalia tanpa memberikan kompensasi kepada negara-negara yang menjaga stabilitas di sana.

Dengan nada provokatif, ia menegaskan kesepakatan ini sangatlah sederhana bagi negara sebesar Turki.

"Bagi Turki, ini adalah kesepakatan yang sangat sederhana.... Entah mereka membayar kami atau saya menutup kedutaan mereka di sini. Mereka bisa membalas dan menutup kedutaan kami di Turki juga. Tidak masalah," tegas Muhoozi.

Turkish Airlines (Unsplash/Kevin Hackert)

Ultimatum 30 Hari dan Ancaman terhadap Turkish Airlines

Ketegangan ini diperkirakan akan berdampak luas pada sektor transportasi dan ekonomi. Selain mengancam menutup kedutaan, Muhoozi juga memperingatkan akan melarang maskapai nasional Turkish Airlines beroperasi di ruang udara Uganda.

Langkah ini dinilai akan sangat merugikan hubungan perdagangan kedua negara yang sedang berkembang.

Load More