News / Internasional
Selasa, 14 April 2026 | 14:27 WIB
Naim Qassem (Istimewa)
Baca 10 detik
  • Hizbullah menuntut penarikan total pasukan Israel dan rekonstruksi Lebanon sebagai syarat damai.

  • Naim Qassem menolak dialog langsung dengan Israel dan menyebut perundingan tersebut tidak bermakna.

  • Pertemuan diplomatik di Washington menjadi upaya terbaru guna mengakhiri agresi militer di Lebanon.

Setiap peluang operasional di lapangan akan dimanfaatkan untuk memukul mundur unit tempur musuh.

Selama kurun waktu 15 bulan terakhir, Israel dinilai terus mengabaikan komitmen perdamaian yang ada.

Ketidakpatuhan terhadap kesepakatan tertanggal 17 November 2024 menjadi batu sandungan utama bagi stabilitas.

Naim Qassem berpendapat bahwa satu-satunya solusi perang hanyalah penghormatan penuh terhadap dokumen gencatan senjata.

Eskalasi militer yang berlarut-larut terjadi karena minimnya itikad baik dari pihak militer pendudukan.

Hizbullah menutup rapat peluang untuk berkomunikasi secara formal dengan otoritas yang dianggap sebagai penjajah.

Desakan Terhadap Pemerintah Lebanon

Pimpinan Hizbullah tersebut menegaskan penolakan dialog dengan "entitas penjajah" serta mengecamnya sebagai langkah yang "tak bermakna".

Hizbullah menuntut adanya sinkronisasi langkah antara kelompok perlawanan dengan otoritas resmi Lebanon.

Baca Juga: Polling, Warga Israel Mulai Capek Sama Perang: Putus Asa Bingung, dan Marah

Pemerintah setempat diminta untuk segera melegalkan kembali seluruh aktivitas militer kelompok tersebut.

Sinergi antara kekuatan rakyat dan militer nasional dianggap krusial dalam menghadapi serangan eksternal.

Keadaan konflik internal antara faksi militer domestik harus segera diakhiri demi fokus pertahanan negara.

Kini mata dunia tertuju pada pertemuan tingkat tinggi yang akan berlangsung di Washington.

Duta Besar Israel Yechiel Leiter dijadwalkan bertemu dengan Dubes Lebanon Nada Hamadeh-Moawad.

Pertemuan tersebut merupakan inisiatif Lebanon yang difasilitasi oleh pihak ketiga sebagai mediator global.

Load More