Karier Pete Hegseth
Setelah masa tugas aktifnya, Hegseth memimpin organisasi advokasi veteran seperti Vets for Freedom dan Concerned Veterans for America (CVA).
Namun, namanya semakin meroket saat bergabung dengan Fox News pada 2014, di mana ia menjadi pembawa acara populer “Fox & Friends Weekend” hingga akhir 2024.
Pada November 2024, Donald Trump menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan. Meskipun sempat menghadapi hambatan dalam proses konfirmasi Senat terkait isu pelecehan seksual dan kebiasaan minum alkohol, ia akhirnya dilantik pada 25 Januari 2025 dengan dukungan suara penentu dari Wakil Presiden JD Vance.
Kontroversi Pete Hegseth
Sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan ke-29, Hegseth melakukan berbagai langkah radikal yang memicu perdebatan luas:
- Mengubah nama Departemen Pertahanan kembali menjadi “Department of War” (Departemen Perang) untuk memulihkan citra kekuatan militer.
- Penghapusan DEI: Menghentikan semua kantor keberagaman, ekuitas, dan inklusi (DEI offices), melarang perayaan identitas gender, serta menegakkan kembali aturan fisik (tinggi dan berat badan) yang ketat.
- Aturan Tempur yang Agresif: Menghapus aturan pelibatan (rules of engagement) yang dianggap "terlalu benar secara politik" demi melepaskan kekuatan militer AS secara penuh.
- Persenjataan Domestik: Menginstruksikan anggota National Guard di Washington D.C. untuk membawa senjata sampingan sebagai bagian dari agenda anti-kejahatan.
- Perombakan Kepemimpinan: Baru-baru ini meminta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George untuk segera pensiun demi penyegaran kepemimpinan yang sesuai dengan visi Trump.
Skandal dan Isu Keamanan Siber
Kepemimpinan Hegseth tidak luput dari badai skandal:
Kebocoran Data Signal: Laporan Pentagon menyebutkan Hegseth menggunakan aplikasi Signal untuk membahas rencana serangan militer terhadap Houthi di Yaman, yang melibatkan istri dan pengacaranya dalam grup chat tersebut. Hal ini dianggap membahayakan keselamatan pasukan AS.
Baca Juga: Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS
Konflik dengan Senat: Ia mencoba memotong gaji pensiun dan pangkat Senator Mark Kelly sebagai balasan atas kritik sang senator. Langkah ini akhirnya dibatalkan oleh hakim federal karena dianggap inkonstitusional.
Pembatasan Pers: OJK Departemen Pertahanan digugat oleh New York Times terkait pembatasan akses pers di Pentagon.
Pandangan Ideologis dan Geopolitik
Hegseth dikenal sebagai penganut Kristen konservatif garis keras. Ia merupakan anggota Pilgrim Hill Reformed Fellowship, sebuah gereja yang terkait dengan pastor kontroversial Doug Wilson.
Pandangannya sering kali bersifat radikal. Dalam bukunya, Pete Hegseth menegaskan bahwa Islam "bukanlah agama damai".
Terkait perang dengan Iran yang sedang berlangsung, Hegseth dan Trump berada di jalur yang sama, sering membanggakan kemajuan perang tersebut.
Pete Hegseth pernah viral karena rangkaian foto yang diunggah di platform X. Dikutip via The Guardian, Hegseth memiliki tato bertuliskan "Kafir".
Istilah ini merupakan kata dalam bahasa Arab yang digunakan dalam agama Islam untuk merujuk pada orang yang tidak beriman. Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, tato tersebut juga terlihat dalam unggahan foto Instagram miliknya pada Juli 2024.
Munculnya tato tersebut memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan di media sosial. Banyak pihak menilai tindakan Hegseth sangat menyinggung umat Muslim, terutama di tengah upaya militer AS untuk menunjukkan inklusivitas terhadap keberagaman agama.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kontroversi terkait tato yang melibatkan Hegseth. Sebelumnya, Menteri Pertahanan ini juga pernah memamerkan tato lain yang menunjukkan ketertarikan pada "estetika tentara salib" (crusader aesthetics), sebuah tren yang belakangan ini semakin populer di kalangan kelompok sayap kanan di Amerika Serikat.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
3 Jejak Kotor Pete Hegseth Si Dewa Perang yang Doyan Mabuk dan Terjerat Skandal Seks
-
Saat Menhan Sjafrie 'Guncang' Pentagon, Ini Daftar Kerja Sama Pertahanan RI-AS Terbaru
-
Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?
-
Kontroversi Pete Hegseth, Pembawa Acara TV yang Jadi 'Dewa Perang' AS
-
Apa Itu MDCP? Kerjasama Militer AS-Indonesia yang Baru Diteken Sjafrie Sjamsoeddin
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi
-
Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu
-
Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut
-
Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!
-
Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta
-
Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO
-
Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia
-
Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya
-
Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up