News / Internasional
Selasa, 14 April 2026 | 15:26 WIB
Pete Hegseth, menteri perang AS dengan tatonya yang viral [Secretary of Defense account on X via The Guardian]

Karier Pete Hegseth

Setelah masa tugas aktifnya, Hegseth memimpin organisasi advokasi veteran seperti Vets for Freedom dan Concerned Veterans for America (CVA).

Namun, namanya semakin meroket saat bergabung dengan Fox News pada 2014, di mana ia menjadi pembawa acara populer “Fox & Friends Weekend” hingga akhir 2024.

Pada November 2024, Donald Trump menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan. Meskipun sempat menghadapi hambatan dalam proses konfirmasi Senat terkait isu pelecehan seksual dan kebiasaan minum alkohol, ia akhirnya dilantik pada 25 Januari 2025 dengan dukungan suara penentu dari Wakil Presiden JD Vance.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Urusan Perang AS, Pete Hegseth. (Dok. Kedubes AS)

Kontroversi Pete Hegseth

Sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan ke-29, Hegseth melakukan berbagai langkah radikal yang memicu perdebatan luas:

  1. Mengubah nama Departemen Pertahanan kembali menjadi “Department of War” (Departemen Perang) untuk memulihkan citra kekuatan militer.
  2. Penghapusan DEI: Menghentikan semua kantor keberagaman, ekuitas, dan inklusi (DEI offices), melarang perayaan identitas gender, serta menegakkan kembali aturan fisik (tinggi dan berat badan) yang ketat.
  3. Aturan Tempur yang Agresif: Menghapus aturan pelibatan (rules of engagement) yang dianggap "terlalu benar secara politik" demi melepaskan kekuatan militer AS secara penuh.
  4. Persenjataan Domestik: Menginstruksikan anggota National Guard di Washington D.C. untuk membawa senjata sampingan sebagai bagian dari agenda anti-kejahatan.
  5. Perombakan Kepemimpinan: Baru-baru ini meminta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George untuk segera pensiun demi penyegaran kepemimpinan yang sesuai dengan visi Trump.

Skandal dan Isu Keamanan Siber

Kepemimpinan Hegseth tidak luput dari badai skandal:

Kebocoran Data Signal: Laporan Pentagon menyebutkan Hegseth menggunakan aplikasi Signal untuk membahas rencana serangan militer terhadap Houthi di Yaman, yang melibatkan istri dan pengacaranya dalam grup chat tersebut. Hal ini dianggap membahayakan keselamatan pasukan AS.

Baca Juga: Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS

Konflik dengan Senat: Ia mencoba memotong gaji pensiun dan pangkat Senator Mark Kelly sebagai balasan atas kritik sang senator. Langkah ini akhirnya dibatalkan oleh hakim federal karena dianggap inkonstitusional.

Pembatasan Pers: OJK Departemen Pertahanan digugat oleh New York Times terkait pembatasan akses pers di Pentagon.

Pandangan Ideologis dan Geopolitik

Hegseth dikenal sebagai penganut Kristen konservatif garis keras. Ia merupakan anggota Pilgrim Hill Reformed Fellowship, sebuah gereja yang terkait dengan pastor kontroversial Doug Wilson.

Pandangannya sering kali bersifat radikal. Dalam bukunya, Pete Hegseth menegaskan bahwa Islam "bukanlah agama damai".

Terkait perang dengan Iran yang sedang berlangsung, Hegseth dan Trump berada di jalur yang sama, sering membanggakan kemajuan perang tersebut.

Load More