- Menteri Perang AS, Pete Hegseth, menerima kunjungan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon pada Senin (13/4) untuk menandatangani kerja sama pertahanan.
- Kesepakatan Major Defense Cooperation Partnership dilakukan untuk memperkuat kemitraan strategis serta mendorong stabilitas kawasan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
- Pete Hegseth menghadapi berbagai tuduhan serius terkait perilaku tidak pantas, salah kelola keuangan, hingga dugaan pelecehan seksual selama kariernya.
Suara.com - Nama Menteri Perang AS, Pete Hegseth tengah jadi sorotan usai menyambut Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dalam kunjungan resmi di Pentagon, AS, Senin (13/4).
Sosok Pete Hegseth di politik Amerika Serikat ternyata penuh dengan kontroversi dan jejak hitam. Bahkan namanya jadi sorotan saat ia dicalonkan Donald Trump sebagai Menteri Perang AS.
Pertemuan Pete Hegseth dengan Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon sendiri dalam rangka penandatanganan kerjasama pembentukan Major Defense Cooperation Partnership alias MDCP.
Dilansir dari laman resmi Pentagon, MDCP merupakan kemitraan strategi antara AS dan Indonesia dalam mendorong stabilitas kawasan serta menegaskan kekuatan dan potensi hubungan pertahanan bilateral kedua negara.
Dijuluki Dewa Perang usai aksi militer sepihak AS dan Israel ke Iran, Pete Hegseth memiliki jejak hitam yang sangat buruk di politik AS.
Laporan investigatif yang dirilis oleh The New Yorker pada 2024 mengungkap Pete Hegseth diterpa banyak masalah.
Sejumlah dokumen dan kesaksian mantan kolega memunculkan tuduhan serius, mulai dari salah kelola keuangan hingga perilaku tidak pantas.
Laporan tersebut menyebut Hegseth pernah dipaksa mundur dari dua organisasi veteran yang dipimpinnya, yakni Veterans for Freedom dan Concerned Veterans for America.
Keputusan itu diambil di tengah tuduhan dugaan korupsi, perilaku seksual yang tidak pantas, dan pelanggaran etika kerja.
Baca Juga: Saat Menhan Sjafrie 'Guncang' Pentagon, Ini Daftar Kerja Sama Pertahanan RI-AS Terbaru
Kesaksian whistleblower yang sebelumnya tidak dipublikasikan mengungkap perilaku Hegseth saat menjabat di Concerned Veterans for America periode 2013–2016.
Pete Hegseth disebut kerap mabuk saat menjalankan tugas resmi, bahkan hingga harus digotong keluar dari acara organisasi.
Dalam laporan itu juga disebutkan adanya budaya kerja yang tidak sehat.
Beberapa staf perempuan diklasifikasikan secara tidak pantas, sementara dugaan pelecehan seksual di internal organisasi disebut tidak ditangani secara serius.
Menanggapi tuduhan tersebut, kuasa hukum Hegseth membantah keras.
“Kami tidak akan menanggapi klaim yang tidak masuk akal dari mantan rekan yang tidak puas,” ujar pengacaranya dalam pernyataan resmi.
Berita Terkait
-
Saat Menhan Sjafrie 'Guncang' Pentagon, Ini Daftar Kerja Sama Pertahanan RI-AS Terbaru
-
Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?
-
Kontroversi Pete Hegseth, Pembawa Acara TV yang Jadi 'Dewa Perang' AS
-
Apa Itu MDCP? Kerjasama Militer AS-Indonesia yang Baru Diteken Sjafrie Sjamsoeddin
-
7 Fakta Kunjungan Menhan Sjafrie ke Pentagon: Isu Akses Udara Bebas hingga Kemitraan MDCP
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Sambil Menangis, Aboe Bakar PKS Minta Maaf ke Ulama dan Warga Madura Terkait Isu Narkoba
-
Apa Saja Efek Blokade Selat Hormuz oleh AS? Ini 5 Konsekuensinya
-
Kapal Perang AS USS George HW Bush Bermanuver Jauh ke Afrika Demi Hindari Selat Hormuz
-
Menhaj Irfan Buka-bukaan Soal War Tiket Haji: Saya yang Tanggung Jawab
-
Nadiem Sebut Audit Kerugian Negara Rp2,1 Triliun Hasil Rekayasa: Terbukti di Sidang
-
5 Fakta Hitam Itamar Ben-Gvir, Anak Buah Netanyahu yang Nodai Kesucian Al Aqsa
-
Geger Isu Dicaplok Gerindra, Nasdem Sebut Tempo Telah Minta Maaf
-
5 Fakta Kasus Pemerasan Gubernur Riau: dari OTT hingga Ajudan Jadi Tersangka
-
Selamat Tinggal Jordi Amat, Pelatih Persija Temukan Sosok Anyar Pendamping Rizky Ridho
-
Apa Saja Penyebab AS-Iran Batal Sepakat Damai? Ini 4 Faktornya