- Menteri Pertahanan RI dan AS resmi membentuk Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama di Pentagon pada 13 April 2026.
- Kerja sama ini mencakup modernisasi militer, pendidikan profesional, serta latihan operasional guna menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
- Kesepakatan tersebut bertujuan memperkuat daya tangkal kawasan melalui pengembangan teknologi pertahanan serta peningkatan kolaborasi strategis antarkedua negara.
Suara.com - Menteri Urusan Perang AS Pete Hegseth dan Menteri Pertahanan Republik Indonesia (RI) Sjafrie Sjamsoeddin resmi mengumumkan pembentukan Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (Major Defense Cooperation Partnership/MDCP).
Hal ini sebagaimana siaran pers yang dirilis pada Selasa (14/4/2026) oleh Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat (AS) di Indonesia.
Pengumuman tersebut merupakan hasil pertemuan bilateral yang berlangsung di Pentagon pada 13 April 2026. Kesepakatan ini menjadi kerangka strategis baru untuk memperkuat kerja sama pertahanan bilateral kedua negara, sekaligus menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
“Kunjungan Anda menunjukkan pentingnya hubungan keamanan yang terus berkembang, serta aktif dan bertumbuh, antara Departemen Urusan Perang dan Indonesia,” kata Hegseth kepada Sjafrie, dikutip pada Selasa (14/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa kedua negara melaksanakan lebih dari 170 latihan militer bersama setiap tahunnya. Hegseth menegaskan bahwa kemitraan ini mencerminkan kekuatan hubungan kedua negara.
“Kemitraan ini mencerminkan kekuatan dan potensi hubungan keamanan kita … memperkuat daya tangkal kawasan, serta memajukan komitmen bersama terhadap perdamaian melalui kekuatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sjafrie menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat hubungan jangka panjang dengan Amerika Serikat.
“Hari ini, kami hadir sebagai delegasi Indonesia … dengan semangat yang sangat besar untuk terus mengembangkan hubungan pertahanan kita, yang harus berkelanjutan bagi generasi mendatang di Indonesia dan Amerika Serikat,” kata Sjafrie.
Tiga Pilar Utama dan Inisiatif Mutakhir
Baca Juga: Iran Desak PBB Beri Sanksi Ganti Rugi Materiil dari Bahrain Hingga Yordania
MDCP dibangun di atas tiga pilar utama, yakni modernisasi militer dan penguatan kapasitas, pelatihan dan pendidikan militer profesional, serta latihan dan kerja sama operasional.
Dalam implementasinya, kedua negara akan menjajaki berbagai inisiatif strategis, termasuk pengembangan kemampuan asimetris, teknologi pertahanan generasi baru di bidang maritim dan bawah laut, serta sistem otonom.
Selain itu, kerja sama juga mencakup dukungan pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul untuk meningkatkan kesiapan operasional militer.
Kedua negara juga sepakat meningkatkan pelatihan bersama pasukan khusus guna mempererat hubungan antar personel militer.
Hegseth turut mengapresiasi peran Indonesia dalam membantu pemulangan jenazah prajurit Amerika Serikat yang gugur.
“Saya menghargai dukungan berkelanjutan Anda dalam membantu Amerika Serikat menemukan, memulangkan, dan melindungi jenazah prajurit kami yang bertempur bersama Indonesia selama Perang Dunia II,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Iran Desak PBB Beri Sanksi Ganti Rugi Materiil dari Bahrain Hingga Yordania
-
Profil Pete Hegseth: Menteri Perang AS yang 'Membenci' Islam, Punya Tato Kafir
-
3 Jejak Kotor Pete Hegseth Si Dewa Perang yang Doyan Mabuk dan Terjerat Skandal Seks
-
Apa Saja Efek Blokade Selat Hormuz oleh AS? Ini 5 Konsekuensinya
-
Kapal Perang AS USS George HW Bush Bermanuver Jauh ke Afrika Demi Hindari Selat Hormuz
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas