- Menteri Perang AS, Pete Hegseth, dituduh memberikan laporan terlalu optimistis mengenai kondisi perang melawan Iran kepada Presiden Trump.
- Pejabat Pentagon dan analis meragukan klaim lumpuhnya militer Iran karena fakta lapangan menunjukkan Iran masih memiliki kekuatan signifikan.
- Insiden penembakan jet tempur AS oleh Iran membuktikan bahwa superioritas udara Amerika Serikat belum sepenuhnya tercapai di medan perang.
Suara.com - Ketegangan di lingkaran dalam pemerintahan Amerika Serikat memanas setelah sejumlah pakar menuding Menteri Perang AS, Pete Hegseth memberikan gambaran yang terlalu optimistis soal perang melawan Iran kepada Presiden Donald Trump.
Sejumlah pejabat mengkhawatirkan penilaian Hegseth tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Pete tidak mengatakan kebenaran kepada presiden,” ujar seorang pejabat Pentagon kepada media AS seperti dikutip dari AOL.
Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran terus meningkat intensitasnya.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim telah menyerang lebih dari 13.000 target Iran, sementara Trump terus melontarkan ancaman keras, termasuk peringatan bahwa sebuah peradaban bisa musnah dalam satu malam.
Dalam beberapa pernyataannya, Hegseth menggambarkan kekuatan militer Iran telah lumpuh.
Hegseth menyebut Iran tidak memiliki pertahanan udara, angkatan udara, maupun angkatan laut, serta mengklaim serangan rudal dan drone Iran telah turun drastis hingga 90 persen.
Trump pun menggaungkan narasi serupa dalam pidato nasionalnya.
“Angkatan laut Iran telah hancur, angkatan udaranya porak-poranda, dan kemampuan peluncuran rudal serta drone mereka sangat berkurang,” kata Trump.
Baca Juga: Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
Namun, fakta di lapangan memunculkan keraguan atas klaim tersebut.
Iran dilaporkan masih mampu menembak jatuh jet tempur F-15E milik AS, yang sempat memicu operasi pencarian dramatis terhadap pilot yang hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi terluka.
Analis militer menilai insiden itu menunjukkan bahwa superioritas udara belum sepenuhnya tercapai.
“Ini yang terjadi ketika Anda punya keunggulan udara, tapi belum mencapai supremasi udara,” kata analis pertahanan Kelly Grieco.
Laporan intelijen terbaru juga menyebutkan bahwa Iran masih memiliki sekitar setengah dari peluncur rudalnya dan ribuan drone yang belum hancur.
Hal ini bertolak belakang dengan klaim bahwa kemampuan militer Teheran telah dilumpuhkan secara signifikan.
Berita Terkait
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Harga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran Menguat
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi
-
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus
-
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang
-
Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas