- Menteri Perang AS Pete Hegseth menuai kontroversi terkait rencananya membatasi peran perempuan dalam unit tempur militer Amerika Serikat.
- Pentagon mengalihkan studi evaluasi peran perempuan kepada Johns Hopkins University dengan perpanjangan waktu menjadi satu tahun pelaksanaan.
- Kolumnis Clarence Page mengkritik kebijakan Hegseth karena dianggap mencampuradukkan agama dengan militer serta berpotensi membahayakan keamanan nasional Amerika.
Suara.com - Menteri Perang AS Pete Hegseth yang baru bertemu dengan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, tengah disorot oleh publik lantaran kebijakan kontroversialnya.
Pete Hegseth sempat melontarkan pernyataan bahwa perempuan seharusnya tidak masuk dalam unit tempur tentara Amerika Serikat.
Pernyataan itu terang membuat publik dan kaum perempuan AS meradang. Namun dalam sidang konfirmasi, Pete berubah sikap dan melarat pernyataannya tersebut.
Pete menyebut perempuan tetap bisa bertugas selama memenuhi standar yang sama dengan pria.
Dilansir dari The Daily Best, langkah Hegseth juga dikaitkan dengan upaya lebih luas untuk membatasi program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) di lingkungan Pentagon.
Terbaru, upaya peninjauan peran perempuan di unit tempur Angkatan Darat Amerika Serikat mengalami hambatan setelah Pentagon mengganti lembaga pelaksana studi.
Awalnya, studi tersebut dijadwalkan berlangsung enam bulan sejak Januari dan dikerjakan oleh Institute for Defense Analyses (IDA).
Namun, Pentagon memutuskan mengalihkan proyek tersebut ke Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory dengan tenggat waktu diperpanjang hingga satu tahun.
Seorang pejabat Pentagon menyebut perubahan ini dilakukan setelah evaluasi ulang terhadap kebutuhan studi.
Baca Juga: Harga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran Menguat
“Departemen menyadari perlunya memasukkan uji lapangan yang relevan dengan kondisi tempur untuk menghasilkan data yang lebih komprehensif,” ujarnya kepada The Daily Best.
Tak hanya soal kebijakan kontroversialnya terhadap perempuan di lingkungan tentara AS, Pete Hegseth juga mendapat kritik tajam dari kolumnis senior AS, Clarence Page.
Menurut Page, narasi Pete soal perang melawan Iran justru bisa berujung pada bencana untuk AS.
Dalam tulisannya, Page membandingkan situasi saat ini dengan film klasik Apocalypse Now karya Francis Ford Coppola.
Page menyinggung karakter Letkol Kilgore yang menggambarkan absurditas perang, sekaligus menjadi simbol bahaya glorifikasi konflik.
Page menilai kebijakan pertahanan di bawah Hegseth menunjukkan kecenderungan mencampur agama dengan militer.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran Menguat
-
Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil