- Komunitas Gajah Juanda berdiri sejak tiga tahun lalu di trotoar Jalan Ir. Haji Juanda, Bogor sebagai organisasi catur resmi.
- Berbagai kalangan masyarakat melebur dalam komunitas tersebut untuk bermain catur, mengasah mental atlet junior, serta menyelenggarakan turnamen rutin.
- Komunitas ini berharap pemerintah Kota Bogor menyediakan fasilitas meja catur permanen agar aktivitas mereka lebih nyaman dan terorganisir.
Suara.com - Di bawah tajuk pohon-pohon besar yang memayungi trotoar Jalan Ir. Haji Juanda, Bogor, Jawa Barat, denyut nadi kota berdetak tanpa ampun. Deru mesin mobil dan simfoni klakson motor seolah menjadi musik latar yang tak pernah berhenti.
Namun, cobalah melambatkan langkah sejenak di salah satu sudutnya. Anda akan menemukan sebuah anomali: sebuah dunia yang hanya terdiri dari 64 petak hitam dan putih.
Inilah markas "Gajah Juanda". Tanpa sekat tembok beton, tanpa pendingin ruangan, apalagi kemewahan kafe kekinian.
Komunitas ini memilih ubin trotoar sebagai medan laga. Di sini, waktu seolah kehilangan taringnya. Di tengah kepulan asap kopi dan hening yang mencekam, para pria duduk bersimpuh, tenggelam dalam adu strategi yang menguras otak.
Di jantung keriuhan ini, ada Budi (57). Sambil menyeduh kopi pesanan pelanggan dengan lihai, matanya tak pernah benar-benar lepas dari papan catur.
Ia adalah sang multitasker sejati; tangan kanannya meracik kafein, sementara pikirannya sedang membedah langkah lawan. Bagi Budi dan kawan-kawan, trotoar ini bukan sekadar jalan lewat, melainkan panggung tempat harga diri dipertaruhkan lewat satu kata: "Skakmat!"
Lahir dari Hobi
Bagi Budi, trotoar Juanda, Bogor adalah rumah kedua. Ia telah berada di sana jauh sebelum kerumunan catur ini menjadi pemandangan rutin bagi warga Bogor.
"Awalnya memang hampir 3 tahun lebih sih ya, 3 tahun lebih," ungkap Budi saat ditemui di trotoar Jalan Ir. Haji Juanda, Bogor, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Tabung Gas Bocor, Sebuah Lapangan Padel Meledak di Kabupaten Bogor
Komunitas ini dinamai "Gajah Juanda", sebuah penghormatan bagi lokasi tempat mereka berpijak. Meski terlihat santai dan informal, Gajah Juanda bukanlah sekadar perkumpulan tanpa arah.
Di bawah kepemimpinan seorang mantan karyawan Departemen Kehutanan bernama Adon, komunitas ini bertransformasi menjadi organisasi resmi.
"Kita punya legal ini ya, kita bikin AD/ART dikasih ke Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) Bogor. Akhirnya sekarang ini kita memang sudah resmi menjadi bagian organisasi catur yang ada di Kota Bogor," ujar Budi dengan nada bangganya.
Tempat Meleburnya Strata Sosial
Salah satu sisi paling menarik dari Gajah Juanda adalah bagaimana papan catur menjadi alat pemersatu yang ampuh. Di atas trotoar, status sosial menguap begitu saja.
Seorang driver ojek online yang baru saja menyelesaikan orderan bisa saja sedang "skakmat" oleh seorang pensiunan atau karyawan bank yang telah usai bekerja.
Berita Terkait
-
Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu
-
Berkah Pion di Warung Kopi: Ketika Perang di Papan Hitam Putih Ternyata Bisa Lawan Pikun
-
Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek
-
Tabung Gas Bocor, Sebuah Lapangan Padel Meledak di Kabupaten Bogor
-
Bintang RANS Simba Bogor Resmi Sandang Pangkat Letda TNI AD
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo